Ibunda Ries Mariana Meninggal dunia

Innalillahi wainailaihi roji’un…telah meninggal dunia ibunda dari sahabat kita Ries Mariana (Namche ’80), kemarin Sore(24 Januari 2012), hari ini akan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta, smoga almarhumah dilapangkan kuburnya, dan mendapat tempat di sisi Allah SWT…Aamiin YRA
Ucapan2 uka cita:
Aris Herning Prabowo Semoga ibunda Ries Mariana tercinta mendapat tempat yg layak di sisiNya. Amin……
Arimbi D Adyanti Mestoko Turut belasungkawa yg sedalamnya, smga alm.diterima di sisiNYA dan kel yg ditingglkn diberi ketabahan..
Agatha Ayiek Sih Sayekti Semoga beliau mendapat bahagia kekal di surga
Nur Hidayat nDerek belo sungkowo, semoga segala amal ibdahnya diterima Allah SWT. amiin
Linggo To
Innalilawainalillahi rojiun, sy slklrga turut berduka cita smg almarhum diterima disisiNYA n yg ditinggalkan mdpt ketabahan n kesabaran
Tri Dewanti W Mubandrio
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (انّا للہ و انّا الیہ راجعون).. ikut berduka atas berpulangnya ibunda.. semoga diterima disisiNya dan tabah yaa Ries.

Balasan dari Ries Mariana
Ries Mariana Dear sobat, tks atensi dan doanya. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

SUSUNAN PENGURUS PUSAT IKATAN ALUMNI SMAN 6 YOGYAKARTA MASA BAKTI TAHUN 2012 – 2015

IKATAN ALUMNI SMAN 6 YOGYAKARTA
Sekretariat : Jl. Saraswati no.K6, Cipete Utara Jakarta Selatan
Fax = 021-7208791, Email = totok@hotmail.com
—————————————————————————————–
SUSUNAN PENGURUS PUSAT IKATAN ALUMNI SMAN 6 YOGYAKARTA MASA BAKTI TAHUN 2012 – 2015
Pelindung : Sri Sultan Hamengkubuwono X ‘65
Dewan Pembina : 1. Sidharto Danusubroto ‘55
2. Subekti Ismaun ‘57
3. Taufik Effendi ‘61
4. Balung Mandoko ‘63
5. J.Suwanda ‘64
6. Maman Fatarurachman ‘64
7. Aznur Achmad ’65
Dewan Penasehat : 1. Soetrisno Danu ‘67
2. Darori ’72
3. Sumardoko ’72
4. Benny Pertiwanggono ‘73
Ketua Umum : Sapta Nirwandar ‘73
Ketua Harian : Totok Sediyantoro ’86
Sekretaris Jenderal : Sony Sontani ’77
Sekretaris I : Djoko Priyono ‘68
Sekretaris II : Niken Novianty R ’94,
Bendahara I : Tinoek ’73
Bendahara II : Wiwik Waluyanti ’82

Bidang-Bidang :

• Bidang Humas
: Nungki ‘81. Yonni Setiabrata ‘84, Tika Suryo ’88, Erlinda Dewi ‘94
• Bidang Organisasi
: Daniel Yuda ’83,, Deni ’92, Punjul Nugraha ‘94
• Bidang Hubungan Almamater
: Thamrin Alkes ’83, Bambang Sumanto ’72,
• Bidang Usaha dan Dana
: Bambang Eka ’85, Niniek HW ’68, Bambino ’69,
• Bidang Kewirausahaan
: Incik Zairina ’83, Daniel Yuda ’82, Tjatur Widyantoro ’94
• Bidang Pembinaan Mental
: Ratna ‘68, Nefianto ‘83, Djuwaini ’69
• Bidang Kesenian dan Olahraga
: YB Wijaya ‘81, Pipiet ’92, Yuni Jatiningsih ’80
• Bidang Sosial
: Vivien ’90, Nur Agustin ’68, Endang Retno ’80,

Koordinator Wilayah :
- DKI Jakarta dan sekitarnya – Hidayat ’68, Gapith Widodo ’86,
- Jawa Barat (Bandung) – Muhammad Sudrajat / Gatot ‘73
- DI Yogyakarta dan sekitarnya – Siswanto ’68 , Iman Mulyono ’73
Koordinator Antar Angkatan :
1958 – 1961 – Kartini
1962 – 1964 – Balung Mandoko
1965 – 1967 – Utiek Aznur
1968 – 1970 – Bambang Widjatmoko ( Bambino )
1971 – 1973 – Tinoek Endah S.
1974 – 1976 – Agus Sudrajat
1975 – 1977 – Sony Sontani
1979 – 1980 – Wahju Hidajat
1981 – 1983 – Daniel W ’82
1984 – 1987 – Jabrik ‘87
1988 – 1991 – Atika ‘88
1992 – 1995 – Tjatur Widyatoro ‘94
1996 – 1999 – Adam ‘98
2000 – 2005 – Dina Oktaria ‘03
2005 – 2009 – Eonk ‘06

Ketua Umum Ikatan Alumni SMAN 6 Yogyakarta
Masa Bakti Tahun 2012 – 2015

( Sapta Nirwandar ‘73 )

Silaturahmi Warso Enggal 2012 Nemche Yogya

Yth. Bapak/Ibu/Mas/Mbak/Adik,
Alumni SMA6/NemChe/Depazter Yogyakarta

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Mas/Mbak/Adik di acara “Serah Terima Kepengurusan Alumni dan Silaturahmi Warso Enggal 2012” yang akan diselenggarakan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 7 Januari 2012
Jam : 09.00 – 14:00
Tempat : Balairung Sapta Pesona
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jl. Medan Merdeka Barat 17
Jakarta 10110

Kami mengharapkan undangan ini dapat disebarluaskan kepada teman-teman Alumni SMAN 6 Yogyakarta yang lain.

Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu/Mas/Mbak/Adik, kami mengucapkan terima kasih.

A/n Panitia,

Totok@hotmail.com
0855-10-86865
——————————————————————————————————
SUSUNAN ACARA
“ Serah Terima Kepengurusan Alumni dan Silaturahmi Warso Enggal 2012”

• Acara Pokok :
- Serah Terima Pengurus Lama dari Darori ’72 (Dirjen PHKA KemenHut) kepada Pengurus Baru Ikatan Alumni SMA N 6 Yogyakarta Sapta Nirwandar ’73 (Wakil Menteri Kemenparekraf)
- Sambutan Pelindung Alumni SMA6 Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X (Alumni Tahun 1965)
• Silaturrahmi :
- Temu Kangen
- Hiburan dan Spontanitas dimeriahkan oleh Iwan Beegees, Timutiwa Choir, dll
- Kumpul bareng
- Santap Siang bersama

Beritaduka Angkatan 84

Berita Lelayu , Telah Mininggal Dunia Teman Kita “ADIK ARIADI” , Eks Angkatan 1984, Klas 3 IPA2, Pada tgl 29 Nov 2011 Jam 09.15 karena Menderita Penyakit Stroke. akan dimakamkan Hari Ini Tanggal 29 November 2011 di Pemakaman Kuncen Jam 16.00. diberangkatkan dari Jl Cendrawasih (Plemburan)- Masuk Dari Jl Timor Timur, Jalan Kaliurang Km 7, Yogyakarta

Berita duka Angkatan 87

Dear all
Telah Meninggal Dunia dengan tenang istri dari temen kita Namche angkatan 87 Teguh Koes Subiyono Ubing karyawan PT Rajawali Nusindo di Padang, hari ini, 17 November 2011, di Padang,,,, Mohon doanya, agar istri beliau dimudahkan jalannya, diampuni segala dosanya, dan Teguh Koes subiyono dan anak2nya tabah dan ikhlas menerima cobaan ini. saya pribadi mewakili rekan2 namche angkatan 87, ikut menyampaikan belasungkawa sedalam2nya,,,, semoga amal ibadah beliau diterima disisinya dan Teguh kuat dan ikhlas menjalaninya….
salam,
Ratih Dyah pertiwi
Namche 87

Pidato Bung Tomo, 10 Nopember 1945 di Soerabaja

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

GERD dan Daging Kurban

By Ari Fahrial Syam (@DokterAri)

Beberapa hari lagi kita akan memasuki hari raya Idul Adha atau Idul Kurban. Pada sebagian besar masyarakat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia akan melakukan pemotongan hewan kurban baik sapi, kerbau, kambing maupun domba. Hal ini akan berjalan selama 3 hari berturut-turut pada hari 10, 11 dan 12 Dzulhijjah. Salah satu makna dari Idul Kurban ini adalah saling berbagi antara masyarakat muslim yang mampu kepada saudaranya yang tidak mampu. Diharapkan masyarakat yang selama ini sulit untuk mengonsumsi daging ikut merasakan nikmatnya mengonsumsi daging. Tentu hal ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang memang kebetulan turut mendapat pembagian daging kurban. Selain itu bagi yang berkurbanpun turut merasakan disunahkan untuk menikmati daging kurban tersebut.

Daging sendiri kita ketahui mengandung zat gizi terutama protein dan lemak hewani. Kedua zat gizi ini merupakan zat gizi penting untuk tubuh kita. Secara umum pada masa pertumbuhan, protein dibutuhkan untuk zat pembangun sedang pada orang dewasa protein dibutuhkan untuk menjaga keutuhan tubuh dan mengganti sel-sel yang mengalami kerusakan dan berperan penting untuk proses penyembuhan. Lemak sendiri berperan sebagai sumber energi serta asam lemak esensial yang berperan untuk pembentukan membran sel-sel tubuh dan juga lemak dibutuhkan untuk pembentukan steroid dan hormon. Lemak juga berperan sebagai bumper untuk organ2 dalam tubuh. Pokoknya lemak dan protein tetap kita butuhkan oleh tubuh kita untuk aktifitas kita sehari-hari agar sel-sel tubuh tetap bisa dipertahankan fungsi dalam proses pertumbuhan dan proses menjaga keutuhan tubuh.

Masalah akan timbul jika daging ini dikonsumsi berlebihan dan juga dengan waktu yang tidak tepat. Berbagai penyakit pencernaan akan tercetuskan setelah kita mengonsumsi daging yang berlebihan baik ganggguan pada saluran cerna atas maupun gangguan saluran cerna bawah. Yang akan menjadi focus penulisan saya saat ini adalah penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Salah satu penyakit yang bisa terinduksi akibat makan lemak yang berlebihan dalam waktu singkat adalah penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux). Saat ini penyakit ini kami temui sekitar 20 % dari kasus pasien dengan sakit maag yang kita endoskopi saluran cerna atas baik di RSCM maupun RS Swasta. GERD merupakan penyakit akibat gaya hidup sehingga kasusnya semakin meningkat dimasa depan.

Penyakit ini terjadi karena adanya aliran balik isi lambung termasuk asam lambung ke kerongkongan karena adanya kelemahan klep antara lambung dan kerongkongan. Selain itu adanya gangguan pengosongan lambung juga meninduksi timbulnya GERD tersebut. Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan pengosongan lambung menjadi lambat dan adanya gangguan pada klep sehingga isi lambung berbalik arah ke kerongkongan. Pasien dengan GERD biasanya merasakan panas pada dada seperti terbakar (heart burn). Pasien GERD juga merasakan ada sesuatu yang balik arah dari lambung naik keatas (regurgitasi), Pasien merasakan mulut terasa pahit. Selain 2 keluhan utama GERD yaitu heart burn dan regurgitasi ini pasien dengan GERD bisa merasakan keluhan lain seperti nyeri di ulu hati, kembung, begah dan sering sendawa. Pasien biasanya mengira kalau keluhan nyeri dada ini karena masalah jantung tetapi sebenarnya karena adanya asam lambung yang kembali arah keatas tersebut. Selain itu asam lambung yang naik tersebut juga dapat menginduksi terjadinya sesak nafas, batuk kronis, rhinitis (radang hidung) kronis , radang pita suara (laryngitis) sampai ngilu pada gigi.

Faktor yang menginduksi timbulnya GERD yang mungkin memang sudah ada sebelumnya adalah karena mengonsumsi daging dalam waktu singkat secara berlebihan. Hal ini diperberat jika daging dimasak dengan santan yang berlebihan disertai bumbu masak yang merangsang, asam dan pedas.

Selain itu, apalagi setelah mengonsumsi daging ini langsung tidur tentu kondisi ini akan memperburuk timbulnya GERD tersebut. Karena hal ini akan menyebabkan makanan yang telah sampai di lambung berbalik arah ke kerongkongan.

Beberapa tips agar kita terhindar dari GERD tetapi tetap mengonsumsi daging adalah jangan mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan, sebaiknya menghindari konsumsi secara bersamaan antara daging dengan jeroan dari hewan kurban tersebut seperti usus, otak, hati, paru atau limpa. Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan. Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali ke kerongkongan. Pada pasien yang memang sudah mengalami GERD maka konsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus GERD. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas. Setalah makan daging hindari minum kopi, alcohol atau minuman bersoda yang akan memperburuk timbulnya GERD tersebut. Selain itu selama kita mengkonsumsi daging ini juga sebaiknya menghindari makanan yang mengandung coklat dan keju.

Mudah-mudahan dengan memperhatikan dampak dari mengonsumsi daging, kita dapat melalui Hari Raya Idul Kurban ini tetap dalam keadaan sehat.

Salam Sehat,

Ari Fahrial Syam

Praktisi Klinis

Kiat Memutus generasi tawuran

sumber berita: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/23/262257/289/101/-Kiat-Memutus-Generasi-Tawuran

 

YOGYAKARTA–MICOM: SMA 6 Yogyakarta punya kiat tersendiri memutus generasi siswa doyan tawuran. Barangkali layak dicoba di sekolah Jakarta, tapi nyata bukan sekadar wacana.

Sejak 2003, SMA 6 Yogyakarta mempunyai strategi yang kemudian disepakati Poltabes (sekarang Polresta Yogyakarta). Sebelumnya, siswa SMA ini juga suka tarung jalanan.

Apa kiatnya. Pertama, siapa pun siswa yang berkelahi dan merugikan pihak lain, mereka atau orang tua yang menanggung baik pengobatan maupun penggantian materiil.

Sekolah juga memberikan sanksi berat bagi siswa yang melanggar, termasuk perkelahian. Sanksi paling berat dikembalikan ke orang tua.

SMA 6 Yogya ini membina siswa dengan memberi tanggung jawab lebih kepada para guru. Tiap-tiap guru mendampingi 14 siswa.

“Pendampingan tersebut terus hingga saat ini,” ujar Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Sukarman Spd, di SMA N 6 Kota Yogyakarta.

Pendampingan mulai dari membimbing tingkah laku, budi pekerti, prestasi akademik, dan nonakademik. Di samping itu, tugas wali kelas.

Pembenahan melibatkan sekolah lain di lingkungan Kota Yogyakarta. Caranya, mendirikan Forum Komunikasi Pengurus OSIS dan Musyawarah Guru Pembina OSIS.

Dengan langkah tersebut, jumlah perkelahian yang sebelumnya menjadi tradisi di Kota Yogyakarta menurun drastis. (OL-11)

SMAN 6 antara Jakarta dan Yogyakarta

Sumber berita: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/21/261540/38/5/Disdik-DKI-Wacanakan-Pemotongan-Generasi-Siswa-SMAN-6

 

Penulis : Vini Mariyane Rosya

Rabu, 21 September 2011 21:27 WIB

 

JAKARTA–MICOM: Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Agus Suradika menyatakan saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melakukan cutting generation atau pemotongan generasi di SMAN 6 Jakarta.

Potong generasi tersebut dapat menjadi pilihan untuk memutus rantai “tradisi tawuran” di SMA N 6 Jakarta.

“Ini (cutting generation) masih menjadi bahan pertimbangan. Tahun depan mungkin sudah ada blue print-nya,” ungkap Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika, Rabu (21/9).

Cutting generation, lanjut Agus, tak berarti harus menghentikan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. Cutting Generation, imbuhnya, dapat dilakukan dengan memperbanyak siswa perempuan dan membatasi siswa laki-laki. Hal ini pernah diterapkan di SMAN 6 Yogyakarta yang juga kerap terlibat tawuran. “Ini bisa saja dilakukan,” ujarnya.

Agus memaparkan penghentian siswa baru pada SMA N 6 Jakarta berisiko berdampak pada dunia pendidikan di Jakarta. apalagi kapasitas sekolah menengah atas di Jakarta cukup terbatas.

“Jika ada cutting generation dilakukan di kedua sekolah. Berarti banyak calon peserta didik yang tidak terakomodasi nanti,” tuturnya.

Selain cutting generation opsi lain yang ditawarkan adalah relokasi atau penggabungan sekolah. “Ada banyak opsi dan solusi yang harus dipikirkan. Semuanya harus dianalisis lebih mendalam sehingga dapat dirumuskan opsi yang tepat,” jelas Agus. (VB/X-12)