Namce8081’s Weblog

Media Komunikasi, Informasi dan Berekspresi Alumni SMA 6 Yogyakarta Tahun 80-81 serta interaksi dg angkatan lain dan almamater

Motivasi dan Pembelajaran

Ditulis oleh namce8081 di/pada Mei 18, 2008

Naskah ini aslinya adalah materi presentasi dalam bentok power point.

Oleh: Patricia Prinz

Cyprus Summer Institute, 18-27 Juni 2007

Terjemahan oleh Wahyu Budi Setyawan

===============================================

Empat aspek pengajaran:

  1. Mengajar: strategi mengembangkan isi, penyajian informasi, membimbing aktifitas, mengevaluasi pembelajaran.
  2. Manajemen: aturan-aturan dan proses-proses mempertahankan suatu kelas yang produktif dan tertib.
  3. Pengharapan: kepercayaan bahwa guru menentukan masa depan sukses murid-murid.
  4. Motivasi: proses memunculkan, melanjutkan, dan mengarahkan aktifitas yang mengarah ke pembelajaran.

Apa peranan guru?

Menentukan jalan untuk memotivasi murid-murid adalah:

  1. Tanggungjawab guru,
  2. Bagian dari proses pengajaran.

Guru-guru harus mengetahui dan merencanakan aspek-aspek motivasional dari pengajaran.

Motivasi belajar

Para murid cenderung:

  1. (Berusaha) mendapatkan aktifitas-aktifitas akademik yang penuh arti dan bermanfaat,
  2. Mencoba mendapatkan keuntungan yang dijanjikan,
  3. Bersedia hadir di dalam kelas dimana aktifitas pembelajaran berlangsung,
  4. Mencari alasan-alasan belajar.

Hal-hal yang berkaitan dengan diri murid:

  1. Tujuan,
  2. Pengetahuan bagaimana mencapai tujuan-tujuan,
  3. Standar-standar pribadi,
  4. Keyakinan tentang kemampuan dan emosi mereka,
  5. Minat,
  6. Nilai-nilai (values),
  7. Kesediaan mengikuti proses belajar.

Kemauan belajar

Murid-murid yang mau belajar:

  1. Aktif,
  2. Perhatian,
  3. Ingin tahun,
  4. Mau berpartisipasi.

Perspektif sosiokultural tentang motivasi

Memandang motivasi melalui:

  1. Keterkaitan – manusia-tugas-konteks,
  2. Emosi,
  3. Pengaruh-pengaruh kognitif.

Hubungan sosial

Para murid memiliki:

  1. Tujuan-tujuan akademik,
  2. Tujuan-tujuan sosial.

Motivasi ekstrinsik

  1. Pengaruh-pengaruh dari luar,
  2. Kompetisi,
  3. Nilai tugas.

Murid-murid yang termotivasi secara ekstrinsik

Belajar dalam rangka untuk:

  1. Mendapatkan pujian,
  2. Memperoleh keuntungan,
  3. Menghindari hukuman.

Motivasi instrinsik

  1. Dari dalam diri,
  2. Mau belajar dengan rasa ingin tahu, minat, atau kesenangan, atau untuk mencapai tujuan-tujuan intelektual dan pribadi.

Murid-murid yang termotivasi secara instrinsik

  1. Tidak memerlukan imbalan untuk memulai dan menyelesaikan,
  2. Mencari kompetensi atau kemampuan,
  3. Didorong oleh tantangan untuk belajar.

Gagasan yang terkait motivasi

  1. Tujuan-tujuan
  2. Pengetahuan
  3. Proses-proses metacognitif

Tujuan

Berkaitan dengan mengapa – keinginan personal:

  1. Cognitif – representasi mental dan kondisi masa depan.
  2. Individual
  3. Kompetitif
  4. ko-operatif.

Pengetahuan

  1. Bagaimana melakukan sesuatu,
  2. Strategi-strategi untuk mencapai tujuan

Proses-proses Metacognitif

  1. Cognisi – proses mental
  2. Metacognisi:
    1. Kepedulian terhadap proses mental
    2. Pemahaman, monitoring, dan mengevaluasi proses-proses mental.

Metacognisi

Regulasi diri:

  1. Kapasitas untuk (sesuatu)
  2. Pengaturan dan Perencanaan untuk (sesuatu)
  3. Pembelajaran
  4. Monitor Pembelajaran
  5. Mengatur dan Mengkoordinasi strategi yang dipergunakan
  6. Mengevaluasi strategi yang dipergunakan.

Keperdulian diri:

  1. Pengetahuan tentang (sesuatu)
  2. Diri sendiri sebagai pembelajar
  3. Strategi-strategi yang diperguakan dalam pembelajaran
  4. Sifat tugas-tugas pembelajaran

Aspek-aspek Metacognisi

  1. Mengontrol kepercayaan – murid dapat mengontrol hasil/outcome melalui usaha,
  2. Kemampuan diri sendiri – percaya kemampuan untuk berhasil dalam tugas,
  3. Memonitoring kemajuan – kesadaran bahwa proses pembelajaran penuh keberhasilan,
  4. Menghargai tindakan – keyakinan bahwa murid dapat mengontrol hasil,
  5. Menghargai hasil – kepercayaan murid-murid tentang pencapaian tujuan dan evaluasi sesudahnya.

Peningkatan Motivasi

  1. kemauan dan respon murid yang aktif,
  2. Interaksi kelompok,
  3. Tujuan-tujuan tingkat tinggi,
  4. Jelas tujuan, tugas dan produk,
  5. Membuat pijakan untuk menjamin sukses,
  6. Aktifitas seperti game,
  7. Umpan balik yang informatif.

Murid termotivasi bila:

Tujuan jelas:

  1. Aktifitas disepakati,
  2. Memahami bagaimana mencapai tujuan,
  3. Mempercayai adanya kesempatan yang logis untuk mencapai tujuan,
  4. Mempercayai dapat mengontrol pembelajaran (upaya vs kemampuan).

Guru memotivasi murid bila:

  1. Menetapkan tujuan yang terjangkau, spesifik, menantang, disetujui,
  2. Mengajarkan strategi untuk mencapai tujuan,
  3. Memberi umpan balik yang terus menerus dan informatif,
  4. Memberi pijakan untuk menjamin hasil-hasil yang sukses.

(Selesai)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>