Pelajaran dari Sepak Bola (1)
Ditulis oleh namce8081 di/pada Juni 11, 2008
Saat ini, kejuaraan sepak bola EURO 2008 baru beberapa hari dimulai. Di Indonesia, banyak penggemar sepak bola yang rela merubah pola tidurnya untuk dapat menyaksikan pertandingan kesebelasan yang dijagokannya. Bahkan ada menteri yang relatidur di depan TV (Menteri Negara BUMN, Sofyan Jalil – Koran Tempo, 10 Juni 2008).
Tetapi, apa pelajaran yang dapat kita petik dari menonton Sepak Bola?
Pada kesempatan ini, kami mencoba memberikan gambran tentang hal-hal apa yang dapat dipelajari dari sepak bola sebagaimana disampaikan oleh Orhan Pamuk. Orhan Pamuk adalah sastrawan Turki yang peraih Hadiah Nobel Bidang Sastra pada 12 Oktober 2006.
Berikut ini adalah kutipan apa yang dikatakan Pamuk tentang sepak bola yang kami kutip dari Koran Tempo, Rabu, 11 Juni 2008, Hal. B7.
Semoga bermanfaat.
Wahyu Budi Setyawan
——————————-
Menurut Pamuk, banyak hal yang bisa dipelajari dari sepak bola, misalnya soal penghormatan yang sama terhadap pemain berwarna kulit berbeda. “Sepak bola juga mengajari kita bahwa sebuah tim yang memiliki pemain lebih lemah bisa sukses.”
Dia juga menyanggah perkataan Albert Camus, bahwa sepak bola mengajarinya soal moralitas dan kewajiban. “Sekarang itu terdengar naif. Moralitas mugkin hal terakhir yang bisa dipelajari dari sepak bola masa kini,” katanya.
Pamuk melihat sebuah wajah negatif dalam sepak bola Turki saat ini. “Diktator Portugal, Salazar, pernah memerintahkan bantuan sepak bola yang jadi opium bagi rakyat negeri itu. Di Turki, sepak bola menjadi mesin produksi nesionalisme, ketakutan pada hal asing, serta pemikiran otoriter.”
