Kiat Memutus generasi tawuran

sumber berita: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/23/262257/289/101/-Kiat-Memutus-Generasi-Tawuran

 

YOGYAKARTA–MICOM: SMA 6 Yogyakarta punya kiat tersendiri memutus generasi siswa doyan tawuran. Barangkali layak dicoba di sekolah Jakarta, tapi nyata bukan sekadar wacana.

Sejak 2003, SMA 6 Yogyakarta mempunyai strategi yang kemudian disepakati Poltabes (sekarang Polresta Yogyakarta). Sebelumnya, siswa SMA ini juga suka tarung jalanan.

Apa kiatnya. Pertama, siapa pun siswa yang berkelahi dan merugikan pihak lain, mereka atau orang tua yang menanggung baik pengobatan maupun penggantian materiil.

Sekolah juga memberikan sanksi berat bagi siswa yang melanggar, termasuk perkelahian. Sanksi paling berat dikembalikan ke orang tua.

SMA 6 Yogya ini membina siswa dengan memberi tanggung jawab lebih kepada para guru. Tiap-tiap guru mendampingi 14 siswa.

“Pendampingan tersebut terus hingga saat ini,” ujar Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Sukarman Spd, di SMA N 6 Kota Yogyakarta.

Pendampingan mulai dari membimbing tingkah laku, budi pekerti, prestasi akademik, dan nonakademik. Di samping itu, tugas wali kelas.

Pembenahan melibatkan sekolah lain di lingkungan Kota Yogyakarta. Caranya, mendirikan Forum Komunikasi Pengurus OSIS dan Musyawarah Guru Pembina OSIS.

Dengan langkah tersebut, jumlah perkelahian yang sebelumnya menjadi tradisi di Kota Yogyakarta menurun drastis. (OL-11)

SMAN 6 antara Jakarta dan Yogyakarta

Sumber berita: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/21/261540/38/5/Disdik-DKI-Wacanakan-Pemotongan-Generasi-Siswa-SMAN-6

 

Penulis : Vini Mariyane Rosya

Rabu, 21 September 2011 21:27 WIB

 

JAKARTA–MICOM: Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Agus Suradika menyatakan saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melakukan cutting generation atau pemotongan generasi di SMAN 6 Jakarta.

Potong generasi tersebut dapat menjadi pilihan untuk memutus rantai “tradisi tawuran” di SMA N 6 Jakarta.

“Ini (cutting generation) masih menjadi bahan pertimbangan. Tahun depan mungkin sudah ada blue print-nya,” ungkap Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika, Rabu (21/9).

Cutting generation, lanjut Agus, tak berarti harus menghentikan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. Cutting Generation, imbuhnya, dapat dilakukan dengan memperbanyak siswa perempuan dan membatasi siswa laki-laki. Hal ini pernah diterapkan di SMAN 6 Yogyakarta yang juga kerap terlibat tawuran. “Ini bisa saja dilakukan,” ujarnya.

Agus memaparkan penghentian siswa baru pada SMA N 6 Jakarta berisiko berdampak pada dunia pendidikan di Jakarta. apalagi kapasitas sekolah menengah atas di Jakarta cukup terbatas.

“Jika ada cutting generation dilakukan di kedua sekolah. Berarti banyak calon peserta didik yang tidak terakomodasi nanti,” tuturnya.

Selain cutting generation opsi lain yang ditawarkan adalah relokasi atau penggabungan sekolah. “Ada banyak opsi dan solusi yang harus dipikirkan. Semuanya harus dianalisis lebih mendalam sehingga dapat dirumuskan opsi yang tepat,” jelas Agus. (VB/X-12)