Namce8081’s Weblog

Media Komunikasi, Informasi dan Berekspresi Alumni SMA 6 Yogyakarta Tahun 80-81 serta interaksi dg angkatan lain dan almamater

Arsip untuk ‘ENERGI’ Kategori

Energi dari Laut

Ditulis oleh namce8081 di/pada Mei 18, 2008

Terdapat berbagai fenomena di laut yang berpotensi sebagai sumber energi, antara lain gelombang, arus, pasang-surut, dan perbedaan temperatur air laut antara air laut di permukaan laut dan air laut di kedalaman ribuan meter.

Gelombang

Gelombang laut adalah gerakan naik turun permukaan air laut yang secara teratur memperlihatkan bagian-bagian yang tinggi sebagai puncak dan yang rendah sebagai lembah yang bergerak pada arah tertentu. Bila gelombang mencapai suatu pantai, maka massa air laut akan menghempas atau memukul ke pantai atau daratan. Gelombang di permukaan laut adalah hasil dari intraksi antara massa air laut dengan massa udara di atasnya. Gelombang laut yang dominan adalah yang terjadi karena tiupan angin.

Gerakan naik turunnya air laut di laut lepas dan gerakan air laut memukul ke pantai dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Secara gerakan air laut yang naik turun itu dipakai untuk menggerakkan suatu tuas naik turun, atau untuk menggerakkan suatu pompa, atau untuk menekan kolom udara untuk menggerakkan baling-baling. Prinsipnya adalah mengkonversi gerak mekanik menjadi energi listrik.

Arus

Arus laut adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain. Arus laut dapat terjadi karena perbedaan salinitas massa air laut, tiupan angin, pasang surut, atau perbedaan permukaan samudera. Arus karena perbedaan salinitas terjadi di kedalaman laut dan tidak dapat dilihat gejalanya dari permukaan laut. Di permukaan samudera, arus laut terjadi terutama karena tiupan angin. Arus yang terjadi di permukaan samudera memiliki pola-pola tertentu yang tetap. Di tempat-tempat tertentu arus laut terjadi kerana perbedaan ketinggian permukaan samudera. Di teluk-teluk atau muara sungai, arus dipengaruhi oleh pasang surut.

Gerakan arus laut dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Secara sederhana, energi arus dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan cara memasang baling-maling di laut, dan baling-baling itu kemudian menggerakkan turbin yang dapat menghasilkan energi lisrik.

Pasang-surut

Pasang-surut adalah fenomena naik turunnya permukaan laut karena pengaruh gravitasi bulan dan matahari. Gaya gravitasi dri bulan dan matahari itu menyebabkan permukaan air laut di suatu tempat tertentu naik mencapai ketinggian tertentu dan kemudian turun kembali seiring dengan perubahan konfigurasi benda-benda langit tersebut.

Energi dari fenomena pasang-surut ini diambil dengan memanfatkan perbedaan ketinggian permukaan air laut ketika pasang dan ketika surut, dan arus yang terjadi ketika air laut bergerak naik pada waktu pasang dan  arus yang terjadi ketika  air laut bergerak turun pada waktu surut. Perbedaan ketinggian permukaan air laut dapat dimanfaatkan dengan cara membuat bendungan di mulut terul atau estuari. Sementara itu, arus yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan baling-baling seperti yang telah disebutkan di depan.

Perbedaan Temperatur Air Laut

Terdapat perbedaan temperatur air laut cukup besar antara air laut di permukaan laut dan air laut di kedalaman ribuan meter. Perbedaannya dapat mencapai 22 derajad Celsius.

Secara sederhana dapat disebutkan bahwa perbedaan temperatur itu dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik dengan cara memanfaatkannya untuk menguapkan Ammonia atau Freon. Tekanan  uap yang timbul kemudian dipergunakan untuk memutar turbin. Pemanfaatan perbedaan temperatur air laut untuk membangkitkan energi listrik dikenal dengan nama OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).

Bagaimana kondisi saat ini?

Pada saat ini, telah dikembangkan teknologi untuk memanen energi dari laut melalui pemanfaatan bebagai fenomena tersebut di atas. Pengembangan instalasi pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan energi gelombang dan pasang surut telah dilakukan hingga mencapai tingkat komersil di beberapa negara, seperti Skotlandia dan Portugal untuk energi gelombang, dan Perancis dan Amerika Serikat untuk energi pasang surut.

Pengembangan OTEC telah dilakukan dengan berhasil oleh Amerika Serikat di Hawaii. Namun, untuk saat ini energi yang dihailkan belum ekonomis.

Bagaimana di Indonesia?

Sayang sekali, pemerintah Indonesia belum menaruh perhatian yang cukup untuk pengembangan teknologi untuk memanen energi dari laut. Percobaan pengembangan instalasi untuk memanfaatkan enegi gelombang pernah dilakukan di pantai Baron, Yogyakarta. Namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Demikian sekilas tentang memanfaatkan laut sebagai sumber energi. Urian detil tentang teknologinya menyusul.

Salam,

Wahyu Budi Setyawan

Ditulis dalam Energi Arus Laut, Energi Gelombang, Energi Pasang Surut, OTEC | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

TELITI OSW SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ; Antarkan Wahyu dan Fahmi, Raih Juara III Wisata Iptek Nasional

Ditulis oleh namce8081 di/pada April 16, 2008

KR 12/04/2008 11:45:15

MANUSIA hidup selalu membutuhkan energi baik yang digunakan secara langsung maupun tidak langsung. Akan tetapi kebutuhan energi tidak selamanya bisa terpenuhi, mengingat sumber energi yang berasal dari alam jumlahnya terbatas (cepat habis). Oleh karena itu manusia perlu mencari sumber energi lain yang dapat menggantikan peran sumber energi yang sudah ada seperti minyak bumi, batubara dan gas alam. Salah satu sumber energi yang cukup potensial saat ini adalah energi nuklir dan gelombang laut. Terinspirasi dari hal itu Fahmi Hakim dan Wahyu Sukestyastama Putra siswa kelas XI IPA SMAN 6 Yogyakarta termotivasi untuk melakukan penelitian tentang pengembangan pembangkit listrik tenaga gelombang air laut. Bahkan berkat kerja keras dan ketekunan penelitian mereka yang berjudul Overshot Sea Wave (OSW) sebagai pembangkit listrik bisa terpilih sebagai juara III Wisata Iptek tingkat nasional 2007. Wahyu menyatakan, air laut merupakan campuran dari 96,5 persen air murni dan 3,5 persen material lainnya. Seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tidak terlarut. Kondisi tersebut secara tidak langsung bisa menguntungkan masyarakat. Karena pemanfaatan tenaga gelombang laut sangat mungkin dilakukan di Indonesia. Hal itu dikarenakan Indonesia memiliki garis pantai yang terpanjang dan memiliki gelombang laut yang besar misalnya Pantai Selatan Jawa. Tentunya untuk mengubah energi air menjadi energi mekanik berupa torsi pada poros kincir diperlukan kincir air. Guna mewujudkan hal itu, mereka sengaja menggunakan beberapa kincir air yaitu overshot, undershot, breastshot dan kincir air tub. “Dari 4 tipe kincir air yang ada kami memilih kincir air tipe overshot (turbin pleton) dan tambahan kincir angin kecil sebagai penambah daya (energi sekunder). Sebab selain tipe kincir air ini sesuai dengan skema yang kami buat juga memiliki efisiensi yang tinggi (mencapai 80 persen),” terangnya. Fahmi menambahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan OSW sebagai sumber energi memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya daya listrik yang dihasilkan relatif besar, karena ada 2 penghasil sumber energi yaitu arus air dan tenaga angin sebagai tenaga sekunder. Tidak membutuhkan aliran yang sangat deras (asalkan air mengalir), dengan konstruksi turbin sederhana. Sehingga teknologi ini bisa diterapkan di daerah yang terisolir. (R-5)-s

Ditulis dalam Energi Gelombang, Prestasi | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Nyamplung, Energi Alternatif

Ditulis oleh namce8081 di/pada Maret 4, 2008

KR 03/03/2008 08:24:25

http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=154605&actmenu=35

INDONESIA memiliki keanekaragaman hayati dalam jumlah yang cukup banyak. Salah satu dari flora yang hidup dan banyak ditemui di Indonesia adalah Nyamplung (Callophylum inaphylum) atau yang biasa di sebut Bintagur. Tanaman yang tumbuh subur di hutan tropis Indonesia selain nilainya sama dengan Meranti juga biasa dimanfaatkan sebagai kayu pertukangan. Sayangnya selama ini masih banyak yang belum menyadari biji nyamplung yang sudah tua ternyata memiliki kandungan minyak cukup tinggi. Dugaan itu semakin tampak jelas, karena setelah buah nyamplung disulut dengan api, tidak segera habis, namun dapat mempertahankan nyala api dalam jangka waktu yang lama.
”Akhir-akhir ini pemerintah melalui Kementrian Riset dan Teknologi mulai mengembangkan bahan bakar pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berasal dari tumbuhan. Terbatasnya persediaan dan kelangkaan minyak tanah diberbagai daerah menjadikan kami termotivasi untuk meneliti biji nyamplung. Tapi kami tidak pernah menyangka penelitian yang berjudul ‘Potensi Biji Nyamplung ditinjau dari segi ekonomis dan ekologis’ terpilih sebagai juara 1 Nasional Wisata Iptek tahun 2007,” jelas Aditya Prabhaswara dan Fathkur Rahman siswa kelas XII SMAN 6 Yogyakarta kepada KR
Menurut Aditya, selama ini pemanfaatan tumbuhan nyamplung lebih dominan pada kayu. Padahal jika dikelola dengam baik biji nyamplung yang sudah tua dapat mendatangkan nilai ekonomis (sebagai bahan bakar pengganti minyak) yang tidak menyebabkan polusi (jelaga), jadi sangat baik untuk kelestarian lingkungan. Pasalnya, berdasar penelitian yang dilakukan untuk setiap 1 Kg biji nyamplung yang sudah tua bisa menghasilkan 0,5 liter minyak. ”Dari penelitian yang kami lakukan 3 mililiter minyak tanah bisa digunakan selama 7 menit, sedangkan 3 mililiter minyak nyamplung bisa tahan sampai 13 menit. Dari perbandingan itu bisa dilihat bahwa minyak nyamplung lebih irit 75 persen dari minyak tanah. Tentunya tanpa perlu khawatir mengganggu ekologi karena tidak menimbulkan jelaga,” papar Adit.
Fathkur menambahkan, jika pengolahan biji nyamplung menjadi minyak dikembangkan bisa mendatangkan banyak keuntungan. Kelebihan minyak biji nyamplung selain hemat dalam proses pembakaran dan sumbernya dapat diperbaharui. Tumbuhannya tidak memerlukan perawatan khusus karena termasuk tumbuhan tropis.
Waktu ujian nasional (Unas) yang sudah semakin dekat menjadikan Aditya dan Fathkur lebih selektif dalam membagi waktu. Bahkan pada saat mendapatkan informasi tentang hasil perlombaan, mereka berdua sempat ragu-ragu untuk berangkat ke Jakarta. Mengingat pada hari yang sama mereka harus mengikuti latihan ujian yang diadakan oleh MKKS Kota Yogyakarta.
”Untungnya sekolah memberikan dispensasi pada kami untuk mengikuti ujian susulan, sehingga pada 28 Januari kemarin bisa tetap berangkat ke Jakarta,” jelas Adit. (R-5)-f

Ditulis dalam Bio-Energi, Prestasi | Bertanda: | 6 Komentar »