Berikut ini adalah suatu contoh kasus tentang bagaimana sportmanship ditegakkan. Coba kita bandingkan dengan apa yang terjadi selama ini dengan berbagai pertandingan sepakbola yang terjadi di tanah air kita tercinta ini yang sering diwarnai dengan kekerasan, baik oleh pemain, supporter, wasit maupun ofisial.
Semoga bermanfaat.
Salam
Wahyu Budi Setyawan
————-
Insiden ini terjadi ketika duel penyisihan grup Liga Champion di Stadion Liverpool antara Liverpool lawan Marseille pada tanggal 26 Nopember 2008.
Ketika pertandingan berlangsung, sebuah korek api gas yang terbuat dari logam dilemparkan oleh seorang supporter Marseille ke arah kapten Loverpool, Steven Gerrard, dan mengenai dadanya ketika ia hendak melakukan tendangan sudut menjelang akhir babak pertama setelah mencetak gol di menit ke 23. Gol itu adalah satu-satunya gol kemenangan yang meloloskan Liverpool ke per-delapan final.
Wakil UEFA dalam pertandingan itu, Sven Johannessen, berjanji mengumpulkan seluruh bukti, termasuk laporan wasit Olegario Benquerenca. Polisi juga bertekad mengusut insiden itu.
Terkait dengan insiden itu, Liverpool dipastikan terhindar dari hukuman karena para supporternya tidak bereaksi negatif. Sementara itu, pelatih Liverpool, Rafael Benitez, memuji sikap Gerrard dalam menghadapi penzaliman terhadap dirinya itu. “Gerrard bersikap sangat baik dalam insiden itu, mungkin wakil UEFA akan mencatatnya. Gerrard tak membalas perlakuan itu dengan sikap apa pun,” kata Benitez.
Bagaimana akhir dari insiden ini?
Pada hari jum’at 12 Nopember 2008, UEFA mengeluarkan keputusan tentang insiden itu. Marseille didenda sebesar 10.000 euro karena pendukungnya melemparkan benda berbahaya ke lapangan Liverpool ketika berlangsung pertandingan Liga Champions pada tanggal 26 Nopember 2008 itu.
(Diolah dari Sumber: Warta Kota, Jum’at 28 Nopember 2008; Republika Online, Sabtu 13 Desember 2008).