Karya Hebat Anak Indonesia, Sepatu Antimaling Hingga Gelang Anticulik

Jum’at, 15 November 2013, 22:25
Sandy Adam Mahaputra, Amal Nur Ngazis, Tommy Adi Wibowo
sumber: http://fokus.news.viva.co.id/news/read/458942-karya-hebat-anak-indonesia–sepatu-antimaling-hingga-gelang-anticulik

VIVAnews – Sudah bukan cerita baru kalau penemuan anak bangsa, sering kali malah tidak mendapat tempat di negara asalnya. Padahal, sejumlah karya mereka patut diperhitungkan.

Meski dengan segala keterbatasan, mereka justru mampu berinovasi menciptakan alat cukup hebat dan memiliki banyak manfaat. Di usia belia, para pelajar di Indonesia justru memperlihatkan tajinya dalam “perang” teknologi.

Seperti yang dilakukan Annisa Puteri Raka, siswa SMAN 6 Yogyakarta. Dia memiliki ide membuat Sepatu Anti Maling (Santiling).

“Ide awal pembuatan Santiling ini adalah ketika sandal dan sepatunya sering hilang saat ditinggal di halaman rumah dan masjid. Pada awalnya sih ikhlas-ikhlas saja, tapi lama-lama tekor juga beli sepatu dan sandal terus,” kata Annisa kepada VIVAnews di LIPI Jakarta, Jumat 15 November 2013.

Teknologi Santiling yang dibuat Annisa terdiri atas dua macam, Santiling Mini Switch dan Santiling Reed Switch.

Untuk Santiling Mini Switch, cara kerjanya adalah ketika sepatu mengalami tekanan atau diinjak oleh orang lain, maka alarm akan berbunyi. Sementara itu, Reed Switch adalah ketika jarak sepasang sepatu sudah berjauhan, maka alarm akan berbunyi.

Teknologi Santiling, menurut Annisa, bekerja dengan sistem remote control. Ketika tombol Santiling sudah di dalam posisi ON, maka saat jarak sepasang sepatu sudah berjauhan dan mengalami tekanan (diinjak), sensor akan mengirimkan sinyal ke alarm di sepatu dan di remote control.

“Dengan alat Santiling, maka orang-orang tidak perlu khawatir sepatu dan sandalnya hilang saat jauh dari pengawasan,” ujar Annisa.

Gelang Anti Penculikan

Penemuan alat berawal dari masih maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak di Indonesia. Situasi ini menjadi ide bagi Nurina Zahra dan Tri Ayu Lestari, siswi SMAN 6 Yogyakarta, yang menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP) dengan sensor alarm otomatis.

“Gelang ini dirancang khusus untuk mengontrol anak atau bayi jika berada jauh dari jangkauan orangtuanya. Apabila si anak sudah berada jauh dari orangtuanya, maka alarm yang ada gelang orang tuanya akan berbunyi,” kata Nurina saat berbincang dengan VIVAnews.

Mekanisme dari Gelang Anti Penculikan ini adalah gelang yang dipakai oleh anak sudah berisi transmitter yang akan mengirimkan sinyal RX radio ke gelang milik orangtua.

Sinyal yang diterima oleh RX Radio akan masuk ke micro controller, kemudian dikeluarkan oleh alat buzzer berupa bunyi alarm.

Alarm akan berbunyi ketika orangtua dan anak berjarak 3 meter. Tapi, menurut Tri Ayu Lestari, ke depannya akan ditambah jaraknya supaya lebih jauh.

Selain menambahkan jarak, keduanya akan menambahkan fitur GPS untuk melihat lokasi anak ketika sudah berada jauh dari orang tuanya. “Fitur GPS itu akan memudahkan orangtua untuk mengetahui lokasi anak ketika benar-benar diculik,” kata Tri.

Keduanya punya harapan besar Gelang Anti Penculikan ini bisa diproduksi secara massal. “Mudah-mudahan alat ini bisa mengurangi kasus hilang atau diculiknya anak oleh orang-orang jahat,” ujarnya.

Rompi Canggih “Gadget Vest”

Dari gelang anti penculikan, kini beralih kepada mereka yang sangat tergantung dengan perangkat gadget, termasuk smartphone.

Penggunaan pengisi daya ponsel portabel, atau populer dengan istilah powerbank, semakin marak digunakan oleh para pengguna ponsel pintar.

Tapi, terkadang aktivitas mengisi daya ponsel dengan powerbank cukup mengganggu, pengguna ponsel harus menenteng ponsel dan powerbank secara bersamaan.

Kondisi itu membuat Yosua Imantaka, siswa SMAN 6 Yogyakarta, memutar otak. Dia kemudian memiliki ide membuat sebuah rompi yang membuatnya tidak kerepotan ketika membawa ponsel dan powerbank secara bersamaan.

Selain itu, rompi ini bisa menghindari tubuh dari efek gelombang elektromagnetik dari ponsel.

“Gadget Vest adalah sebuah rompi yang berfungsi untuk membuat pengguna memiliki ruang untuk menaruh ponsel yang sedang dicash powerbank. Selain itu, rompi dapat melindungi penggunanya dari terkena gelombang elektromagnetik dari ponsel,” kata Yosua.

Ide awal pembuatan Gadget Vest, dia melanjutkan, terinspirasi oleh baju pramuka perempuan yang memiliki banyak kantong untuk menyimpan barang.

Bahan-bahan untuk membuat Gadget Vest terdiri atas rompi anti air, kain flanel (bahan kain yang lembut dan tidak mudah robek), organite (bahan anti radiasi elektromagnetik ponsel yang terbuat dari risin fiberglass dan kristal quartz), dan daktron (berfungsi untuk mengurangi dampak benturan pada ponsel dan menahan panas dari sinar Matahari).

Biaya total pembuatan Gadget Vest cukup terjangkau, totalnya hanya sekitar Rp335 ribu.

Perwakilan Toyota Jepang Kunjungi SMAN 6 Yogyakarta

Tribun Jogja – Kamis, 15 September 2011 22:25 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Muchamad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana SMA Negeri 6 Yogyakarta, Kamis (15/9/2011) siang, berbeda dari hari-hari biasa. Sejumlah siswa berjajar membentuk barisan di halaman depan sekolah seraya memegang beberapa rangkaian bunga.

Para siswa ini menunggu kedatangan beberapa orang dari Jepang, yang akan mengunjungi sekolah mereka demi melihat hasil karya dan kemajuan teknologi, khususnya terkait lingkungan, di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala sekolah, guru dan staf pun  siap menyambut kunjungan yang jarang berlangsung tersebut.

Tak lama kemudian, sebuah bus merapat ke depan gerbang utama SMAN 6 Yogyakarta. Sebanyak 25 orang, yang belakangan diketahui dari perusahaan Otomotif Toyota, dan sejumlah jurnalis media massa Jepang turun dari bus kemudian memasuki halaman sekolah yang berlokasi di Terban, Yogyakarta, itu.

Para tamu dari negeri Sakura ini disambut pemasangan kalungan rangkaian bunga dari para siswa. Selanjutnya, mereka mendapat suguhan hiburan berupa tarian tradisional yang dimainkan oleh empat siswi SMAN 6 Yogyakarta, lengkap dengan iringan musik gamelan dan suguhan jajanan tradisional.

Setelah acara penyambutan yang dilaksanakan di ruang aula sekolah usai, rombongan dari Jepang ini diajak berkelliling sekolah untuk menyaksikan beberapa hasil kreasi siswa. Dipandu oleh beberapa orang siswa, para tamu asal Jepang tampak antusias saat melihat dari dekat dan mendengarkan penjelasan siswa tentang beberapa produk karya siswa SMAN 6 Yogyakarta.

Yamada, misalnya. Anggota perwakilan Toyota Jepang ini antusias mencicipi beberapa jenis produk makanan hasil kreasi siswa di Toyota Youth Gallery. Sembari menikmati jajanan tersebut, ia berdiskusi dengan seorang rekannya, membahas makanan yang ia cicipi.

“Bentuknya unik dan ini enak sekali, meskipun katanya ini makanan biasa,” kata Yamada dalam Bahasa Jepang kepada Tribun Jogja.

Sedangkan Yuta Kaga, kawan Yamada,  mengaku kagum kepada kemampuan berbahasa Inggris siswa-siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta. Ia tidak menyangka para siswa tersebut dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara lancar.

Yuta menilai pendidikan yang dilaksanakan di SMA 6 Yogyakarta berjalan baik. “Kalau melihat para siswa bisa berbahasa Inggris begitu, pastilah pendidikan di sini dilakukan dengan baik,” pujinya.

Ditemui terpisah, Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta, Rubiyatno, menuturkan, ia merasa bangga dan tersanjung atas kunjungan yang dilakukan pihak Toyota Jepang. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah kehormatan sekaligus dapat menjadikan motivasi bagi para siswanya. (*)

 

PENGUMUMAN PEMENANG NATIONAL YOUNG INVENTOR AWARDS KE-3 TAHUN 2010

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?pengumuman&1287720544&&2010

Jumat, 22 Oktober 2010

Berdasarkan Keputusan Dewan Juri pada Pameran dan Wawancara Finalis NYIA ke-3 Tahun 2010 yang telah diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober 2010, berikut Daftar Pemenang NYIA ke-3 Tahun 2010

 

  1. Ikhsan Brilianto, Andreas Diga, dan Ahmed Reza, SMAN 1 Yogyakarta, DIY, dengan judul karya “Plasmurator (Plasma-Generator ) Sebagai Peminimalisasi Emisi Kendaraan Bermotor yang Efektif dan Efisien”
  2. Eddy Yuristo, Reijefki Irlastua, dan Priyanka, SMA Plus Negeri 17 Palembang,Sumatera Selatan, dengan judul karya “Rotating Sprayer Herbicide, Inovasi Solusi Problematika Perkebunan Rakyat”
  3. Erlinda Nurul Kusuma, Maria Fransisca Simbolon, dan Delphine Yusticia Ratnasari, SMA Negeri 6 Yogyakarta, DIY, dengan judul karya “Potlangpuk dan Pengpuk Cara Baru Pemberian Pupuk Organik Praktis Higienis”

Pemenang akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti 7th International Exhibition for Young Inventors 2010 di Hanoi pada tanggal 15-18 Desember 2010

Dua Inventor lain yang akan berpartisipasi dalam ajang IEYI antara lain:

  1. Agata Nina Puspita dan Revi Serviyani Dina Pertiwi, SMA Stella Duce I, Yogyakarta, DIY, dengan judul karya “Kuas Penampung Cat”
  2. Adrian Zikri, Fajar Satria Pratama,dan Ilga Yulian Putra, SMA N 3 Padang, Sumatera Barat, dengan judul “GOSTA Gigi SMANTRI”
      LIPI akan menanggung biaya Tiket Jakarta-Hanoi p.p, akomodasi, dan konsumsi selama di Vietnam hanya untuk satu siswa sebagai perwakilan kelompok dalam ajang IEYI

Mau kerja Apa Nak?

Rahardjo Mustadjab

Diriku tak akan pernah bertanya
Mau kerja apa Nak?
Kepada keponakan
Yang baru selesai ujian.

Agar tak menambah kebingungan
Apa yang harus dilakukan
Dalam dunia kerja yang penuh tantangan
Sementara tokoh panutan tak ada yang menunjukkan jalan.

Tutup telingamu Nak jangan dengarkan perdebatan di Senayan
Yang menjadikan omongan sebagai pekerjaan
Mereka sibuk membikin rintangan
Bagi jalannya pemerintahan.

Kau tergiur ya mendapat kerjaan jadi preman Senayan
Jual omongan gaji puluhan juta setiap bulan
Jadi wisatawan gratisan
Jangan Nak kau tak punya bakat tak punya potongan.
Nak, kalau paman kembali muda seperti kalian
Belum tentu lulus ujian negara dan dapat pekerjaan
Makanya paman penuh pengertian
Agar jangan menambah kesalah pahaman.

Kalau jadi negarawan dan bukan cuman PNS pensiunan
Paman akan memberi jalan
Bagaimana lulusan menciptakan pekerjaan dan bukan mencari pekerjaan
Omongan mudah tapi sukar dilaksanakan tanpa keteladanan.

Jadilah wirausahawan tak usah besaran mulailah kecil-kecilan
Bisa membuat barang bisa jualan
Keuntungan lumayan
Lebih besar dari bunga tabungan.

Tapi ingat cerita temanku Pak Tjan,
Tentang pengalaman Taiwan,
Dari sepuluh perusahaan,
Hanya satu yang terus jalan.

Sukur-sukur usahamu start-up yaitu usaha terobosan,
Yang dimodali oleh venture capital atau modal ventura,
Yang belum ada di negara kita,
Inilah sayangnya sekaligus peluang terbuka.

Jadilah burung garuda yang berani terbang sendiri saja,
Bukan bebek (not my friend Bebek, pun unintended) yang cuma mengekor saja,
Kau tahu kan,
Makin besar resiko makin besar keuntungan.

Ingat pikirkan usaha yang membuat kehidupan lebih sehat,
Lebih nyaman lebih menyenangkan,
Pasti disukai orang banyak,
Sehingga membawa keuntungan.

Tak usah risaukan banyak anak muda ingin masuk jajaran birokrasi dan politisi,
Itu berarti peluang menjalani the road not taken berupa usaha sendiri,
Ingatlah hukum ekonomi,
Semakin jarang semakin harganya tinggi.

RM

Indonesia Juara Umum Lomba Penelitian Ilmiah Remaja

KRjigja.com Jumat, 16 April 2010 21:05:00
Ilustrasi : (Doc)

DENPASAR (KRjogja.com) – Indonesia berhasil menjadi juara umum pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) pada 12-17 April 2010 di Denpasar, Bali. Tim Indonesia yang berkompetisi di semua bidang lomba, yakni Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi meraih tujuh medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Prestasi ini mengulang kesuksesan Indonesia pada ajang yang sama tahun lalu di Pszcyna, Polandia.

Tujuh medali emas masing-masing diraih oleh:

1. Florencia V.Vaniara/Evelyn L.Wibowo dengan judul penelitian Effect of Stem Cell and Mangosteen Peel Extact on Abnormal Cells,

2.Muhammad Kautsar/Dian Sartika Sari/Dhicha Putri Maharani/Hidayu Permata Hardi (Sweitenia Oil:The Use of Mahagony Seed os Bio-Oil Alternative and The Use of Production Waste as Electris Mosquito Repellent) siswa SMAN 6 Yogyakarta,

4. Oki Novendra (Mathematical Explamation on the Death of Michael Jackson),

5. Dwiky Rendra Graha Subekti (Big Match:” Suka Kelor” Caramel vs Malnutrition),

6. Sonny Lazuardi Hermawan (Portable Protection Everywhere), Miftah Yama Fauzan (Development of Smart Electric Gun with Adaptive Bullet Speed), dan

7. Andreas Widy Purnomo/Aldo Vitus Wirawan (Green Energy Source: Centripetal Water Turbine).

Sementara medali perak diraih oleh Aria Dhanang Dewangga dan medali perunggu masing-masing diraih oleh Dita Nurtjahya, Fauqia Tambunan/Bening Embun Pagi/Alan Suherman, dan Rizal Panji Islami/Fahmi Maulana Ainul Yakin/Ikhsan Britama. Tim Indonesia juga meraih best performance atas nama Dwiky Rendra Graha Subekti untuk bidang Environmental Sciences dan Ilham Naharudinsya/ Ardelia Djati Safira/Satria Putra Adhitama untuk bidang Basic Mathematics.

Untuk peringkat kedua diraih oleh Jerman dengan dua medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Rusia dengan dua medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Peringkat berikutnya berturut-turut ditempati Belanda, Belarusia, dan Polandia masing-masing meraih satu medali emas.

Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Bambang Indriyanto mengatakan, keberhasilan siswa Indonesia menjadi juara umum ini menunjukkan  bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara-nengara lain terutama Eropa Timur dan sebagian dari Eropa Barat seperti Jerman dan Belanda. “Kita tahu negara-negara Eropa Timur adalah negara-negara yang kuat di bidang sains, tapi kita menunjukkan bahwa kita lebih kuat dibandingkan dengan mereka,” ungkapnya usai penutupan acara penyerahan penghargaan pemenang di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Bali, Jumat (16/4).

Ajang ICYS ke-17 diikuti oleh 13 negara peserta dan 20 tim. Negara-negara peserta, yakni Belarusia, Brazil, Kroasia, Jerman, Georgia, Hongaria, Indonesia, Belanda, Polandia, Rumania, Rusia, Turki, dan Ukraina. Turut berpartisipasi enam negara observer, yakni Iran, Inggris, Thailand, Nigeria, Laos, dan Kamboja. Lomba ini diadakan setiap tahun guna menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan.(ati)

SISWA SMA 6 YOGYA; Wakili Indonesia di Ajang ICYS 2010

11/04/2010 07:44:10 YOGYA(KR)- Kreativitas dan kekompakan yang ditunjukkan oleh siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta telah mengantarkan mereka untuk mewakili Indonesia dalam ajang International Conference of Young Scientist (ICYS) 2010 di Bali pada 12-17 April mendatang. Rencananya dalam ajang cukup bergengsi tersebut kontingen SMAN 6 yang terdiri dari Muhammad Kautsar, Dian Sartika Sari, Dhicha Putri Maharani dan Hidayu Permata Hardi akan mempresentasikan penelitian yang berjudul ‘Sweitania Oil, pemanfaatan minyak biji mahoni sebagai bahan bakar alternatif dan limbah produksi sebagai anti nyamuk.
“Ide untuk menjadikan biji mahoni sebagai bahan bakar alternatif ini muncul dari rasa keprihatinan dan terbatasnya persediaan minyak bumi. Untuk bisa menghasilkan 1 liter minyak kami membutuhkan 2 kg sampai 2,5 kg biji mahoni,” kata Muhammad Kautsar yang didampingi Kepala SMA 6 Yogya, Drs Rubiyatno MM dan guru pembimbing Rudi Prakanto saat berpamitan dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Prof Suwarsih Madya PhD di kantornya, Jalan Cendana.
Rudi menyatakan, minyak yang dihasilkan dari biji mahoni tersebut memiliki beberapa keunggulan dibandingkan minyak tanah. Karena selain asap yang dihasilkan lebih sedikit, hemat bahan bakar, nyalanya juga lebih lama.
Fenomena tersebut menjadikan kontingen dari SMA 6 termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Hal ini dilakukan karena mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tapi Indonesia pada umumnya.
“Mengingat beban yang harus diemban dalam ajang ICYS cukup berat dukungan dan doa dari masyarakat DIY sangat kami harapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dikpora DIY, Suwarsih Madya mengaku sangat bangga dengan karya-karya yang sudah dihasilkan oleh siswa SMA 6. Sebab selain bisa dijadikan motivasi bagi siswa yang lain, keberhasilan tersebut juga mendukung terwujudnya Riset Center di DIY.
(Ria)-f

WebSite SMAN 6 Yogyakarta Hidup Lagi

Setelah beberapa lama tidak mencoba, pagi ini saya mencoba untuk klik di link ke SMAN 6 Yogyakarta yang ada di blog ini. Ternyata websitenya telah aktif kembali.

Saya turut bergembira dengan perkembangan tersebut.

Hanya, saya menyayangkan ternyata web itu masih kosong. Masih seperti tampilan pertamanya ketika web itu selesai dibuat oleh web-developernya.

Salam,

Wahyu Budi Setyawan

Mars SMAN 6 Yogyakarta – Al. Sukohardi

Hai pelajar SMA Negri Enam

Bangkitlah Penuh kesadaran

Tunaikanlah tugasmu yang mulia
mengabdi bangsa dan negara

Nyalakan semangatmu kobarkanlah semangatmu bekerja selalu
Tunaikan bakti dengan hati suci itulah harapan ibu pertiwi

Bergeraklah teratur Majulah Pantang mundur tuk mencapai cita-cita luhur
Blajar tekun dan giat bekerja penuh smangat itulah darma bakti yang sejati

Pindahnya arah pintu masuk namce

Moga2 cerita saya berikut bisa menjawab rasa penasaran anda kenapa koq pintu gerbang 6C diubah dari yang tadinya menghadap Pasar Terban/Jalan C. Simanjutak/Jl. Kaliurang menjadi menghadap SMP 8. Kebetulan saya merupakan salah satu saksi dan pelaku sejarah perubahan pintu tersebut.

Perubahan tersebut terjadi pada tahun 1983 yang dipicu oleh peristiwa heriok (menurut kita waktu) sbb:

Alkisah di suatu hari ketika jam istirahat kedua seperti biasanya kita2 menghabiskan waktu istirahat sambil nongkrong2 di Parkiran (kebetulan kelas saya saat itu/1IPA1 terletak di paling ujung barat persis di depan parkiran). Tiba2 tanpa disangka2 dan diketahui sebabnya kita2 yang sedang duduk didatangin/diserbu tentara YON 403 Kentungan. Sambil marah2 dan teriak2 mereka meminta kepada kita untuk menyerahkan salah satu dari kita yang menurut mereka telah meneriaki “Mbek-mbek/kebetula n saat itu mereka sedang naik truck melintas lewat depan 6C.

Karena merasa tidak ada yang berbuat, maka kita tdk mengaku sehingga mereka marah besar dan menduduki 6C serta mengancam apabila dalam waktu 1 jam tdk jg ada yang mengaku maka mereka akan mendatangkan pasukan yang lebih banyak dan akan mengobrak abrik 6C. Karna ketakutan dan utk mencegah ekses yang lebih, akhirnya pihak sekolah/kepsek memanggil Garnisun Jogja yang akhirnya mengirimkan para provost guna mendinginkan suasana serta mencegah amukan para tentara.

Sebagai konsekwensinya kita2 para siswa khususnya yang saat itu ada di parkiran (hampir semua siswa pria di kelas saya) dibawa ke Garnisun utk diperiksa. Singkat cerita setelah melalui pemeriksaan yang melelahkan dan panjang dengan disaksikan pihak Kanwil P&K (Depdikbud) tercapailah akta perdamaian antara 6C dengan YON 403 dengan syarat siswa2 6C akan bertindak sopan dan berjanji tdk mengulang lagi perbuatan tsb. Utk memastikan hal tsb tdk berulang, maka Kanwil P&K memerintahkan pihak sekolah mengalihkan pintu gerbang menjadi menghadap SMP 8 dan membuat tembok tinggi di sisi Jl. Kaliurang.

Demikian sekelumit cerita asal mula perubahan pintu gerbang 6C. Cerita saya ini nyata dan boleh dikata testimoni (walau beda lho dengan testimoni Pak Ketua KPK). Semoga bisa menjawab pertanyaan dik Cahyo.

Salam,

BEC85

Laporan syawalan 2008

Aku jg nyuwun ngapuro sedoyo kalepatan.

alhamdulillah sdh kembali ke rutinitas… Semua lancar.

Sabtu 4 Okt ’08 pagi jam 9 lebih saya dan Endang sdh siap dg baju lebaran yg msh baru… Sdh janjian mau dijemput Katong. Jam 9.30 an, glendah glendeh Katong keliatan batang hidungnya, buru2 kita brangkat dg mobil Katong yg kinyis2….. resik tenan.

Hanya 5 menit kmd kita sdh ada didlm halaman sekolah, Namche tercinta, terlihat kokoh pohon beringin (inget jaman dulu di dpn ada phn munggur), skrg pintu dr samping jg ada pohonnya, sama2 pohon besar yg sama2 keliatan angker.

Dibwh pohon ada segerombol anak2. Ternyata mrk alumni angk 2000 yg akan adain syawalan di sekolah juga bbrp hr kmd… Mrk sdg survey mungkin.

Ada jg 4 org berdiri dekat pintu msk sekolah ternyata mrk adalah guru, pegawai dan bpk kepsek, nampak santai chitchat walaupun berbatik…

Kitapun turun dr mbl dan bersalam2an, sy inget slh satu pegawai namche sjk jaman dulu (kl ga salah dulu yg jaga lab). Ya sudahlah… Sy lupa, jadi ya pura2 aja cuek… Langsung menuju ke aula..

Aula sdh ditoto berssiiiihhh. .. Ada meja resepsionis didpn aula, meja2 prasmanan msh mlompong krn catering blm dtg. Suara musik yg sejak sy datang sdh berkumandang trs melantunkan lagu2 lebaran diseling lagu2 jadul 80’s.. dari seorang pemain organ yg di sudut bawah panggung.

Blm banyak yg dtg, ada beberapa teman yg memang menyiapkan acara ini, ada Avi, Harimurti, We’i, Eva dan beberapa lainnya yg sy pangling sm mereka..

Gak brp lama mulai bermunculan temen2 lain, satupersatu. ..banyak yg baru hadir tahun ini sehingga banyak teriakan dan ada juga yg keliatan linglung krn pada pangling walaupun akhirnya ketauan juga jatidirinya. …… Pada akhirnya sekitar 60 nama hadir disitu. Alhamdulillah.

Ada juga kunjungan dr serombongan angk 77 yg mampir sebentar banget krn akan hadir di LPP untuk syawalan dg semua angkatan.

Maafkan kami krn syawalan kami ini ternyata berbarengan dg syawalan tahunan alumni semua angkatan, namun kami jg sulit, krn Angkatan kami ini sdh komit sejak tahun lalu untuk adakan silaturahmi syawalan hari ke-4 lebaran pd jam 10 smp selesai.. Begitu juga tahun depan Insya Allah…

Tadinya kami ingin menyelesaikan syawalan lebih awal, dan segera bergabung di LPP tetapi ternyata karena demikian gayeng sehingga kami senua hampir lupa waktu dan baru melangkah bubar sekitar jam 3.30..

Selalu menyenangkan ketemu dg teman2 sma……gayeng dan seru…….banyak cerita….nyek2an dan lawakanpun tdk henti2nya keluar dr mulut kita2 yg sdh sukses sejenak lupa usia, lupa cucu…..sdh ada beberapa yg punya cucu… halah!!!

Acara dimulai dg sambutan dari bpk kepsek dan penyerahan kado tanda cinta kepada bpk ibu guru yg hadir, sayangnya guru2 kita dulu blm ada yg hadir, kemudian acara santaiii…. . selain nyanyi2 ganti2an juga ada tuker2an kado… Karena banyak yg lupa bawa kado makanya ada yg gak dapet… Tapi dasar cah 6C…. Yg belum beruntung nulis sendiri nomornya…jadi kadonya kurang hehehe… Kmd makan siang dg lahap…satenya enak tenan, juga rebus2an, kacang rebus, pisang rebus, termasuk tahu bacemnya yg legit.. Uenak semua… Minumnya jg seger tenan, ada es buah, es krim dan softdrink… Pokoknya semua makanannya yummy…

Kami jg sempat diskusi mengenai kelanjutan “keluarga alumni angk 80 81″ ini ingin memberikan sesuatu yg dibutuhkan oleh almamater, sesuai ekspektasi bpk kepsek.. Semua ide masih akan didiskusikan lbh lanjut baik tmn2 di jogja maupun kita2 di jkt.

Akhirnya satupersatu pada pamit dan ada jg yg gak pulang2 sampai kita kira2 10 orang terakhir keluar dari aula pada jam 4 lebih… Masih jg ngobrol dibawah beringin…sblm benar2 melambaikan tangan daaadaaaahhh. ..

Wabilahi Taufik wal Hidayah… Minal aidin wal faidzin…

Wasslm,

yuni