11/04/2010 07:44:10 YOGYA(KR)- Kreativitas dan kekompakan yang ditunjukkan oleh siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta telah mengantarkan mereka untuk mewakili Indonesia dalam ajang International Conference of Young Scientist (ICYS) 2010 di Bali pada 12-17 April mendatang. Rencananya dalam ajang cukup bergengsi tersebut kontingen SMAN 6 yang terdiri dari Muhammad Kautsar, Dian Sartika Sari, Dhicha Putri Maharani dan Hidayu Permata Hardi akan mempresentasikan penelitian yang berjudul ‘Sweitania Oil, pemanfaatan minyak biji mahoni sebagai bahan bakar alternatif dan limbah produksi sebagai anti nyamuk.
“Ide untuk menjadikan biji mahoni sebagai bahan bakar alternatif ini muncul dari rasa keprihatinan dan terbatasnya persediaan minyak bumi. Untuk bisa menghasilkan 1 liter minyak kami membutuhkan 2 kg sampai 2,5 kg biji mahoni,” kata Muhammad Kautsar yang didampingi Kepala SMA 6 Yogya, Drs Rubiyatno MM dan guru pembimbing Rudi Prakanto saat berpamitan dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Prof Suwarsih Madya PhD di kantornya, Jalan Cendana.
Rudi menyatakan, minyak yang dihasilkan dari biji mahoni tersebut memiliki beberapa keunggulan dibandingkan minyak tanah. Karena selain asap yang dihasilkan lebih sedikit, hemat bahan bakar, nyalanya juga lebih lama.
Fenomena tersebut menjadikan kontingen dari SMA 6 termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Hal ini dilakukan karena mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tapi Indonesia pada umumnya.
“Mengingat beban yang harus diemban dalam ajang ICYS cukup berat dukungan dan doa dari masyarakat DIY sangat kami harapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dikpora DIY, Suwarsih Madya mengaku sangat bangga dengan karya-karya yang sudah dihasilkan oleh siswa SMA 6. Sebab selain bisa dijadikan motivasi bagi siswa yang lain, keberhasilan tersebut juga mendukung terwujudnya Riset Center di DIY.
(Ria)-f
Arsip Kategori: Aktifitas
Laporan syawalan 2008
Aku jg nyuwun ngapuro sedoyo kalepatan.
alhamdulillah sdh kembali ke rutinitas… Semua lancar.
Sabtu 4 Okt ’08 pagi jam 9 lebih saya dan Endang sdh siap dg baju lebaran yg msh baru… Sdh janjian mau dijemput Katong. Jam 9.30 an, glendah glendeh Katong keliatan batang hidungnya, buru2 kita brangkat dg mobil Katong yg kinyis2….. resik tenan.
Hanya 5 menit kmd kita sdh ada didlm halaman sekolah, Namche tercinta, terlihat kokoh pohon beringin (inget jaman dulu di dpn ada phn munggur), skrg pintu dr samping jg ada pohonnya, sama2 pohon besar yg sama2 keliatan angker.
Dibwh pohon ada segerombol anak2. Ternyata mrk alumni angk 2000 yg akan adain syawalan di sekolah juga bbrp hr kmd… Mrk sdg survey mungkin.
Ada jg 4 org berdiri dekat pintu msk sekolah ternyata mrk adalah guru, pegawai dan bpk kepsek, nampak santai chitchat walaupun berbatik…
Kitapun turun dr mbl dan bersalam2an, sy inget slh satu pegawai namche sjk jaman dulu (kl ga salah dulu yg jaga lab). Ya sudahlah… Sy lupa, jadi ya pura2 aja cuek… Langsung menuju ke aula..
Aula sdh ditoto berssiiiihhh. .. Ada meja resepsionis didpn aula, meja2 prasmanan msh mlompong krn catering blm dtg. Suara musik yg sejak sy datang sdh berkumandang trs melantunkan lagu2 lebaran diseling lagu2 jadul 80′s.. dari seorang pemain organ yg di sudut bawah panggung.
Blm banyak yg dtg, ada beberapa teman yg memang menyiapkan acara ini, ada Avi, Harimurti, We’i, Eva dan beberapa lainnya yg sy pangling sm mereka..
Gak brp lama mulai bermunculan temen2 lain, satupersatu. ..banyak yg baru hadir tahun ini sehingga banyak teriakan dan ada juga yg keliatan linglung krn pada pangling walaupun akhirnya ketauan juga jatidirinya. …… Pada akhirnya sekitar 60 nama hadir disitu. Alhamdulillah.
Ada juga kunjungan dr serombongan angk 77 yg mampir sebentar banget krn akan hadir di LPP untuk syawalan dg semua angkatan.
Maafkan kami krn syawalan kami ini ternyata berbarengan dg syawalan tahunan alumni semua angkatan, namun kami jg sulit, krn Angkatan kami ini sdh komit sejak tahun lalu untuk adakan silaturahmi syawalan hari ke-4 lebaran pd jam 10 smp selesai.. Begitu juga tahun depan Insya Allah…
Tadinya kami ingin menyelesaikan syawalan lebih awal, dan segera bergabung di LPP tetapi ternyata karena demikian gayeng sehingga kami senua hampir lupa waktu dan baru melangkah bubar sekitar jam 3.30..
Selalu menyenangkan ketemu dg teman2 sma……gayeng dan seru…….banyak cerita….nyek2an dan lawakanpun tdk henti2nya keluar dr mulut kita2 yg sdh sukses sejenak lupa usia, lupa cucu…..sdh ada beberapa yg punya cucu… halah!!!
Acara dimulai dg sambutan dari bpk kepsek dan penyerahan kado tanda cinta kepada bpk ibu guru yg hadir, sayangnya guru2 kita dulu blm ada yg hadir, kemudian acara santaiii…. . selain nyanyi2 ganti2an juga ada tuker2an kado… Karena banyak yg lupa bawa kado makanya ada yg gak dapet… Tapi dasar cah 6C…. Yg belum beruntung nulis sendiri nomornya…jadi kadonya kurang hehehe… Kmd makan siang dg lahap…satenya enak tenan, juga rebus2an, kacang rebus, pisang rebus, termasuk tahu bacemnya yg legit.. Uenak semua… Minumnya jg seger tenan, ada es buah, es krim dan softdrink… Pokoknya semua makanannya yummy…
Kami jg sempat diskusi mengenai kelanjutan “keluarga alumni angk 80 81″ ini ingin memberikan sesuatu yg dibutuhkan oleh almamater, sesuai ekspektasi bpk kepsek.. Semua ide masih akan didiskusikan lbh lanjut baik tmn2 di jogja maupun kita2 di jkt.
Akhirnya satupersatu pada pamit dan ada jg yg gak pulang2 sampai kita kira2 10 orang terakhir keluar dari aula pada jam 4 lebih… Masih jg ngobrol dibawah beringin…sblm benar2 melambaikan tangan daaadaaaahhh. ..
Wabilahi Taufik wal Hidayah… Minal aidin wal faidzin…
Wasslm,
yuni
KACA : Remaja dan Globalisasi; Menembus Batas Jarak dan Waktu
06/08/2008 08:58:16 BENAR adanya, jika berbagai pendapat mengatakan bahwa era globalisasi mengubah style dunia. Jarak antar negara negara serasa kian dekat. Salah satu dampak globalisasi adalah perubahan tatanan hidup gaya remaja atau style remaja di Indonesia. Tunggu..Tunggu, sebelum lebih jauh ngomong tentang globalisasi ada baiknya kita tahu pengertiannya.
Globalisasi dapat diartikan, hubungan dengan peningkatan dan ketergantungan antara bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui, investasi, perdagangan, budaya popular dan bentuk-bentuk interaksi yang lain, sehingga batas suatu negara menjadi kian mendekat.
Mau tahu contohnya? Banyak kita jumpai khususnya para remaja di tanah air yang terpengaruh budaya luar. Misalnya saja, dari gaya penampilan dan tingkah laku mereka yang cenderung mengikuti budaya barat sehingga budaya ketimuran kita luntur karena tidak terlalu direspon oleh remaja.
“Berkembangnya globalisasi kebanyakan mempunyai dampak buruk bagi remaja, mereka menjadi kurang kreatif dan menjadi malas. Sebab semua fasilitas tersedia sehingga seringkali enggan untuk berusaha dan berpikir” ungkap Kunta Wicaksana dari SMA N 1 Yogyakarta. Hal yang sama dikatakan Bidari Intan Tasikwulan, “Aku sih lebih setuju jika globalisasi dikatakan sebagai penjajahan zaman sekarang karena dengan berkembangnya globalisasi, remaja dimanjakan oleh teknologi-teknologi yang serba canggih”.
Memang, remaja sekarang tidak akan jauh dengan persoalan teknologi yang berkembang, akan tetapi jika disalah gunakan pasti akan merugikan baik secara individu maupun sosial. Apalagi sekarang wajah-wajah nasionalisme remaja kian menurun.
Misal, banyak remaja sekarang yang menggunakan media internet untuk mencari bahan-bahan tugas sekolah. Namun sering sekali anak remaja iseng membuka situs porno. Katanya sih situs porno sudah diblokir, nyatanya? huh…tetap saja bisa diakses. Kita sebagai remaja dalam menyikapi Globalisasi ini, harus dapat menyaring mana yang harus dipilih dan tidak.
“Globalisasi itu banyak positif dan negatifnya, tinggal kita bagaimana dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk,” ungkap Nova Yunita, siswa SMA Islam 1 Gamping”. Hal senada di ungkapkan oleh Nadia Hanun Naruti dari SMA N 3 Yogyakarta, dari sisi kemajuan teknologi it’s Ok, bangsa Indonesia perlu menerima kemajuan teknologi. “Tapi soal berpakaian dan pergaulan kita jangan sampai meninggalkan norma dan etika, kita tidak boleh lupa sebagai bangsa Indonesia,” tegas Nadia Hanun.
Sebagai remaja sudah sepantasnya menyikapi globalisasi dengan mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Jika kita dapat menerapkan dampak positif globalisasi bukan tidak mungkin Indonesia kelak akan menjadi negara yang maju. “Kita harus dapat menjaga dan mempertahankan serta memperbaiki keadaan Indonesia” ujar Rian dari SMA N 2 Yogyakarta.
Stella dari SMAN 6 Yogyakarta mengatakan bahwa Indonesia memang menuju ke ruang lingkup globalisasi. Sebagai warga negara sudah sepantasnya menyikapi globalisasi dengan menjadi orang-orang kreatif untuk menghadapi perubahan-perubahan kondisi bangsa tanpa meninggalkan nilai budaya.
(Taufik Fitriyanto Nugroho/Agustina Eka S)
KR: http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=173127&actmenu=46