Hujan berderai pagi itu
Matahari bersembunyi dari kacaunya dunia
Kenapa menangis?
Hal yang telah kau putuskan
Pergi atau tinggal
Aku tidak peduli Aku yang seharusnya menyesal
Telah mengetahui jalan
Yang tidak pernah ditakdirkan
Untukku
Untukmu
Keraskan suaramu
Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan
Menunggu?
Rindu?
Cinta?
Keraskan!
Suara petir mengalahkanmu!
Hujan berderai pagi itu
Membuat pandanganku menjadi kelabu
Hatiku sekeras baja
Wajahku takkan berpaling dari esok hari
Kau tahu?
Hujan itu
Takkan melubangi hatiku Kutemukan bibirku terbuka
Tetapi hatiku yang berbicara
Dengan penuh luka
Menentang segala dusta
Meluaplah segala kata
Sampah maupun mutiara
Sesal, duka. Amarah, asa, segalanya!
Bahkan cinta
Hujan berbedai pagi itu
Menyertai tangisku
Dan perginya darimu dari duniaku
(Amindhita Lei S, SMAN 6 Yogya, KR 22 Januari 2008 Halaman 15)
