Sumbangan ke SLB Jatinom

Info dari Guspit

sisa dana reuni 79 – 85 sebagian disantunkan/diberikan ke SLB di Jatinom untuk membantu meringankan beban penyelenggaraan sekolah tersebut yang masih swadaya. Semoga alumni Namche tetap bersatu dan menjadikan barokah untuk semuanya. Amin.

sumbangan SLB

sumbangan ke SLB

Selain unt menjamu peserta Reusya yg hadir juga dibagikan unt yg membutuhkan. Seperti pepatah Sekali Mendayung 2 pulau terlampaui….smg bermaanfaat.

 

Perwakilan Toyota Jepang Kunjungi SMAN 6 Yogyakarta

Tribun Jogja – Kamis, 15 September 2011 22:25 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Muchamad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana SMA Negeri 6 Yogyakarta, Kamis (15/9/2011) siang, berbeda dari hari-hari biasa. Sejumlah siswa berjajar membentuk barisan di halaman depan sekolah seraya memegang beberapa rangkaian bunga.

Para siswa ini menunggu kedatangan beberapa orang dari Jepang, yang akan mengunjungi sekolah mereka demi melihat hasil karya dan kemajuan teknologi, khususnya terkait lingkungan, di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala sekolah, guru dan staf pun  siap menyambut kunjungan yang jarang berlangsung tersebut.

Tak lama kemudian, sebuah bus merapat ke depan gerbang utama SMAN 6 Yogyakarta. Sebanyak 25 orang, yang belakangan diketahui dari perusahaan Otomotif Toyota, dan sejumlah jurnalis media massa Jepang turun dari bus kemudian memasuki halaman sekolah yang berlokasi di Terban, Yogyakarta, itu.

Para tamu dari negeri Sakura ini disambut pemasangan kalungan rangkaian bunga dari para siswa. Selanjutnya, mereka mendapat suguhan hiburan berupa tarian tradisional yang dimainkan oleh empat siswi SMAN 6 Yogyakarta, lengkap dengan iringan musik gamelan dan suguhan jajanan tradisional.

Setelah acara penyambutan yang dilaksanakan di ruang aula sekolah usai, rombongan dari Jepang ini diajak berkelliling sekolah untuk menyaksikan beberapa hasil kreasi siswa. Dipandu oleh beberapa orang siswa, para tamu asal Jepang tampak antusias saat melihat dari dekat dan mendengarkan penjelasan siswa tentang beberapa produk karya siswa SMAN 6 Yogyakarta.

Yamada, misalnya. Anggota perwakilan Toyota Jepang ini antusias mencicipi beberapa jenis produk makanan hasil kreasi siswa di Toyota Youth Gallery. Sembari menikmati jajanan tersebut, ia berdiskusi dengan seorang rekannya, membahas makanan yang ia cicipi.

“Bentuknya unik dan ini enak sekali, meskipun katanya ini makanan biasa,” kata Yamada dalam Bahasa Jepang kepada Tribun Jogja.

Sedangkan Yuta Kaga, kawan Yamada,  mengaku kagum kepada kemampuan berbahasa Inggris siswa-siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta. Ia tidak menyangka para siswa tersebut dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara lancar.

Yuta menilai pendidikan yang dilaksanakan di SMA 6 Yogyakarta berjalan baik. “Kalau melihat para siswa bisa berbahasa Inggris begitu, pastilah pendidikan di sini dilakukan dengan baik,” pujinya.

Ditemui terpisah, Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta, Rubiyatno, menuturkan, ia merasa bangga dan tersanjung atas kunjungan yang dilakukan pihak Toyota Jepang. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah kehormatan sekaligus dapat menjadikan motivasi bagi para siswanya. (*)

 

iPod membuat orang seperti zombie

Jangan biarkan iPod membuat anda menjadi zombie.  Mengapa demikian? Ikuti kutipan berita singkat berikut ini.

———————————-

Surat kabar Daily Mail di Inggris melaporkan bahwa Matthew Leonard, seorang siswa berbakat berusia 18 tahun, tewas tertabrak kereta api ketika sedang jogging di pagi hari Valentin yang lalu. Hal itu terjadi karena ketika jogging ia memakai iPod dan tidak mendengarkan suara kereta yang datang.

Matthew adalah kapten tim lari lintas alam di sekolahnya, berbakat lari jarak jauh, berbakat matematika dan telah mendapatkan untuk kuliah di beberapa universitas ternama. Ia pemenang medali emas pada kompetisi matematika tingkat nasional di Inggris pada bulan Nopember tahun lalu.

Surat kabar itu juga melaporkan bahwa menurut suatu hasil penelitian di Inggris setiap hari terjadi 17 karena memasukkan dirinya dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan memakai  iPod (iPod oblivion).

Laporan penelitian itu juga menyebutkan bahwa para pejalan kaki, pejogging, pesepeda dan pesepeda motor adalah orang-orang yang dalam bahaya terjatuh dalam kondisi seperti Zombie (zombie-like condition) ketika terhubung dengan teknologi moderen seperti MP3 Player.

—————————

Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu Budi Setyawan

 

Alkohol Membunuh Lebih Banyak Daripada AIDS atau TBC

AIDS adalah penyakit yang mematikan. Terkena penyakit AIDS serasa mendapatkan vonis mati. Oleh karena itu, AIDS sangat menakutkan. Demikian pula dengan TBC. Penyakit paru-paru ini sangat menyulitkan penderitanya maupun keluarganya karena sifatnya yang menahun dan menular. Banyak orang mati kerena TBC. Namun demikian, ternyata kedua penyekit itu masih kalah dibandingkan alkohol sebagai penyebab kematian. Apa yang diuraikan di bawah ini menjelaskan tentang hal itu.

Ini adalah informasi terbaru tentang alkohol yang disebarkan oleh WHO. Intinya adalah bahwa kematian karena atau yang berkaitan dengan alkohol lebih banyak daripada kematian karena AIDS atau TBC. Tulisan ini saya kutip dari detikNews, Sabtu, 12 Februari 2011.

———————————-

Organisasi kesehatan WHO merilis hasil penelitiannya tentang bahaya minuman yang mengandung alkohol. Hasilnya adalah, alkohol bertanggung jawab atas hampir 4 persen kematian di seluruh dunia.

“Lebih tinggi dari AIDS, TBC, atau kekerasan,” demikian hasil penelitian WHO yang berjudul ‘Global Status Report on Alcohol and Health‘ seperti yang ditulis oleh Reuters, (Sabtu 12/2/2011).

Sekurang-kurangnya 2,5 juta orang tewas tiap tahunnya karena berbagai hal yang berkaitan dengan alkohol. Prevalensi terbesar ada pada pria karena mereka mengonsumsi alkohol lebih banyak daripada perempuan.

“Komposisinya 4 banding 1. Para pria memiliki perilaku mengonsumsi alkohol dalam tingkatan yang berbahaya daripada perempuan di hampir seluruh tempat,” tambah laporan tersebut.

Alkohol menjadi faktor penyebab dari 60 macam penyakit dan kecelakaan. Data ini dirilis WHO untuk pertama kalinya sejak tahun 2004.

Konsumsi alkohol dikaitkan dengan penyakit pada hati, epilepsi, keracunan, kecelakaan di jalan raya, kekerasan, dan beraneka macam jenis kanker. “Enam atau tujuh tahun lalu kami tidak punya bukti kuat untuk membuktikan hubungan sebab akibat minuman alkohol dengan kanker payudara. Sekarang kami memilikinya,” ujar pejabat WHO Vladimir Poznyak.

Peningkatan kesejahteraan telah memicu perilaku konsumsi minuman beralkohol di negara padat penduduk, Asia dan Afrika. Keadaan ini diperparah dengan lemahnya kontrol otorita setempat mengendalikan peredaran minuman alkohol.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan cara paling efektif mengendalikan peredaran minuman alkohol adalah dengan menaikkan pajak. Cara lainnya bisa dengan membatasi usia pembeli minuman alkohol dan mengatur kadar alkohol dalam darah pengemudi kendaraan untuk mencegah kecelakaan.

————————-

Demikian informasi terbaru tentang alkohol. Semoga bermanfaat.

Salam,

Wahyu Budi Setyawan

Kuliner Depok

Kiriman Radityo Djadjoeri
Kuliner Depok tumbuh cukup pesat, khususnya di sepanjang jalan utama, Margonda Raya. Banyak rumah makan ternama membuka cabang di sepanjang jalan ini. Namun ada juga yang merintis langsung di sana. Makanannya juga hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja Lemang dari Sipirok, Sumatera Utara, hingga Kue Kamir dari Pemalang. Jangan lupa juga mencicipi Soto Ikan dan Pecak Ikan Mas yang nendang. Yuk, kita cari jajanan lain di Depok.

Soto Ikan Seafood Pulau 1000

Masih di jalan utama Depok, Margonda, Anda bisa mencicipi satu hidangan seafood yang punya gaya berbeda. Di rumah makan ini, kita bisa menemukan Soto berbahan seafood, lo. “Menu ini baru 3 bulanan kami luncurkan sebagai salah satu inovasi baru menu kami,” jelas Rini (32), pengelola Rumah Makan Seafood 1000 Pulau.

Soto Ikan tampil segar dengan kuah putih pucat bersemu kekuningan dari bumbu tumisan soto. Sementara di dalamnya tersembunyi potongan ikan segar yang lembut. Pilihan ikannya ada dua jenis, yaitu Ikan Kerapu dan Ikan Kakap. Jenisnya tinggal dipilih saja oleh pengunjung mana yang lebih disukai,” imbuhnya.

Untuk ikan kerapu menggunakan 1 ekor ikan berukuran sedang yang dipotong 4 bagian. Selanjutnya dimasak dalam kuah soto, lalu ditambahkan irisan tomat, daun bawang, dan bawang goreng menjelang disajikan. Sebuah jeruk limau yang diiris menancap manis di pinggir mangkuk, siap memberikan kesegaran. Sekilas penampilannya mirip dengan Soto Betawi. Apalagi Soto Ikan disajikan dengan tambahan sambal dan emping, persis dengan Soto Betawi. “Inspirasinya memang kami peroleh dari sajian Soto Betawi,” terang Rini.

Bedanya, daging dan jeroan pada Soto Betawi diganti ikan yang relatif lebih sehat. Kuahnya terasa gurih dan pedas. Penampilannya yang putih pucat juga tidak menggunakan santan, melainkan susu sapi sehingga kuahnya tidak berat. Seporsi Soto Ikan ditawarkan dengan harga Rp 15 ribu per mangkuk. Rasanya mantap, kuahnya harum, dan ikannya segar tanpa aroma amis sama sekali.

Selain Soto Ikan, tersedia menu seafood lain seperti udang, cumi, ikan, kepiting, hingga kerang yang bisa dimasak dengan aneka olahan seperti bakar, rebus, goreng, saus mentega, tiram, padang, hingga lada hitam. Rumah makan yang sudah berdiri 3 tahun ini terletak di Jl. Margonda Raya No. 330. Telp. (021) 752 2336. Dengan kapasitas pengunjung 50 orang, kedai ini siap melayani pelanggan mulai pukul 11.00-22.00.

Mi Bingung dan Aneka Pecak

Kuliner di wilayah Depok memang terpusat di daerah Margonda dan sekitarnya. Namun jangan hanya singgah di situ saja. Sebab di pinggiran Depok, banyak juga makanan khas dan tak kalah unik. Salah satunya kedai Mi Bingung yang terletak di Jl. Raya Muchtar, Sawangan. Telp. (021) 7024 2527. Letaknya tak jauh dari pintu gerbang kompleks perumahan Rivaria.

Di kedai ini ada menu Mi Bingung yang isinya sungguh ramai. Menyajikan Mi dalam tiga warna, yaitu hijau, oranye, dan merah. “Semua mi kami buat dari bahan tumbuhan asli,” terang Angga (25), pengelola kedai ini.

Mi hijau dibuat dari caisim, oranye dari wortel, dan merah dari buah bit. Ketiga jenis mi disajikan layaknya mi ayam, dengan tambahan jamur. bakso sapi, dan sebuah pangsit besar. Sementara kuahnya disajikan terpisah. Ketika disajikan terlihat warna-warni yang menarik, dan tentu saja sehat. Seporsi Mi Bingung ditawarkan dengan harga Rp 14 ribu. Omong-omong, mengapa dinamai bingung? Apakah karena warna-warni mi yang dicampur dalam satu mangkuk? “Kebetulan kami merintis usaha ini dari daerah Parung Bingung, Depok,” terangnya.

Jadilah mi ini disebut dengan Mi Bingung agar lebih menarik. Namun selain aneka olahan mi kedai ini juga menawarkan menu yang kini jadi tren di daerah Sawangan, yakni Pecak Ikan Mas. Sajian ini menawarkan ikan mas yang digoreng hingga renyah lalu disiram dengan saus pecak yang merah menyala, pertanda ada banyak cabai di sana. Benar saja, saat dicicipi, perasnya mantap!

Tak hanya pedas cabai yang turut serta dalam kuahnya. Ada jahe, lengkuas, cabai rawit hijau, hingga temu kunci yang memberi aroma khas dan berbedadari Pecak pada umumnya. Semua bumbu ditumbuk kasar, lalu direbus di dalam air hingga mendidih. Habis itu disiramkan di atas ikan mas goreng. Sangat nikmat penyuka ikan mas yang ingin mencicipinya dalam olahan berbeda. Seporsi Pecak ditawarkan Rp 10 ribu saja. Selain ikan mas, tersedia juga pecak ayam, terong hingga belut.

Kedai yang sudah 3 tahun berdiri ini buka mulai pukul 09.30-22.00 dengan kapasitas pengunjung sekitar 30 orang.

Lemang Juanda

Udara dingin paling nikmat tentu menikmati makanan yang tersaji panas atau punya efek menghangatkan badan. Mau coba hidangan yang jarang sekali penjualnya di Depok? Coba saja Anda pergi ke ruas jalan Juanda. Ada satu kedai sederhana yang mengepulkan asap pertanda sedang memanggang sesuatu. Di depannya, puluhan bambu jadi asesorisnya. Namun tak sekadar jadi hiasan, bambu ini berisi Lemang lezat khas daerah Sumatera.

Lemang adalah sajian berbahan beras ketan yang dimasak dengan campuran bumbu, garam, dan santan. Campuran adonan beras ketan ini lalu dimasukkan dalam tabung bumbu yang di dalamnya sudah dilapisi daun pisang. Kemudian dipanggang di atas bara selama kurang lebih 3 jam hingga matang dan bumbunya terserap. Rasanya gurih dan legit. Apalagi dicocolkan dengan pasangannya berupa tapai ketan hitam. Wah, rasanya mantap punya!

Rupanya H. Rambey (48) yang berinisiatif menjajakan penganan asal daerahnya. Pria asal Sipirok, Sumatera Utara ini kepingin menjual makanan yang sering dibuat di kampungnya. “Biasanya untuk sajian hari besar seperti Lebaran atau Natal,” ujarnya.

Usaha dirintisnya sudah 5 tahun. Namun baru 2 tahun belakangan menuai pelanggan yang cukup lumayan. Sehari, ia mengaku bisa menjual 15-20 bumbung bambu sepanjang 60 sentimeter ini. Selonjor Lemang dijual antara Rp 15 – 30 ribu, tergantung ukuran bambunya. Saat disajikan, Lemang dipotong-potong menjadi sekitar 15 potong yang bisa dikonsumsi 3-5 orang. “Lebaran kemarin saya sampai menghabiskan 250 bumbung bambu sehari,” kisahnya senang.

Agar lebih variatif, Rambey juga menawarkan Lemang yang dicampur pisang, durian, hingga rendang. Namun khusus yang ini harus melalui pemesanan dulu. Kedai sederhananya buka mulai pukul 08.00-21.00. Letak kedainya di Jl. Juanda No. 45. Telp. (021) 9133 4303 / 0878 7006 3272.

Nasi Goreng Hijau KedaiQu

Ada satu kedai yang konsepnya kental dengan suasana rumahan. Maklum saja, kedai ini memang ruang depan sebuah rumah yang disulap menjadi kedai lesehan yang nyaman. Namanya KedaiQu, terletak di Jl. Palakali No. 12, Telp. (021) 7870454.

Salah satu pemilik kedai ini, Mega (23) menuturkan, Nasi Gorengnya tidak menggunakan pewarna, melainkan pengaruh dari cabai hijau yang melimpah. “Jadi setelah digoreng warna hijaunya jadi merata pada nasi,” imbuhnya.

Seporsi Nasi Goreng Hijau dibuat dengan bumbu bawang merah, bawang putih, dan cabai hijau besar melimpah. Sementara kepedasannya bisa diatur dengan tambahan cabai rawit yang juga berwarna hijau. “Jadi mau sedang, pedas, atau pedas sekali, tinggal kita tentukan cabai rawitnya saja,” imbuhnya soal menu seharga Rp 10 ribu ini.

Sebagai campurannya, Nasi Goreng Hijau ada 4 jenis, yaitu Teri, Ayam, Teri Petai, dan nggak karuan. “Kalau yang nasi goreng nggak karuan ditambah dengan aneka sayuran hijau,” terangnya.

Nasi disajikan dengan irisan tomat, mentimun, selada, taburan bawang goreng, dan beberapa keping emping. Aroma cabai hijau segar benar-benar menimbulkan selera makan. Porsinya cukup besar. “Maklum saja, pangsa pasarnya memang lebih banyak mahasiswa,” imbuh Mega yang kedainya terletak di jalur pintu belakang Universitas Indonesia.

Selain Nasi Goreng, kedai ini juga punya beberapa menu bernama unik, seperti Nasi Buntel, Steak Gombal, sampai Dracula Macaroni. Yang terakhir ini penampilannya cukup atraktif dan disukai pelanggan. Penyajiannya berupa makaroni yang diaduk bersama susu dan mayones, lalu diselimuti telur dadar dan siraman saus spageti pedas. dan taburan keju.

KedaiQu memiliki 5 meja lesehan dengan kapasitas pengunjung mencapai 30 orang. Sejak bulan September, Mega membuka kedainya mulai pukul 11.00-22.00. “Sebelumnya kami buka hanya sore hari, mulai pukul 17.00,” jelas Mega yang mendirikan KedaiQu sejak tahun 2006 ini.

Bubur Sinar Garut

Kedai bubur ini tak kalah kondang di Depok. Maklum saja, kedai bubur dan es ini punya aneka jenis bubur yang variatif. Di dalam daftar menunya saja tercantum tak kurang dari 20 jenis bubur yang ditawarkan. Harganya mulai Rp 6 ribu-Rp 25 ribu per mangkuk, tergantung toping apa saja yang Anda pilih sebagai pelengkap bubur gurih ini.

Sebagai dasarnya, bubur disajikan dengan Cakue, Daging Ayam, Tongcay, merica bubuk, seledri, dan bawang goreng. Lalu ditaburi cheese stick yang renyah. Porsinya cukup besar hingga buburnya menyentuh pinggir mangkuk. Namun jika masih ingin lebih mantap, pilih saja toping tambahan sesuai selera. Pilihannya ada hati, ampela, usus, kornet, keju, telur ayam negeri, hingga telur ayam kampung. Semua jenis toping bisa divariasikan dan tentu saja berimbas pada harganya.

Salah satu yang cukup favorit adalah Bubur Ayam Kornet. Menyajikan bubur dengan komposisi dasar, namun ditambahkan kornet yang sudah ditumis dengan tambahan bumbu hingga teksturnya agak kering. Rasanya membuat bubur terasa makin lezat. Sungguh asyik dinikmati saat musim hujan seperti ini. Tak heran kapasitasnya yang hanya 30 pengunjung saja selalu ramai, terutama malam hari.

Usaha milik Bpk. AgusKumis Sifa ini sudah 6 tahun berdiri dan jadi salah satu temat jajan favorit di Depok.

Tak hanya bubur beraneka toping, kedai ini juga menawarkan penganan ringan lainnya seperti aneka es campur hingga roti bakar yang jenisnya tak kalah banyak. Apalagi jam operasionalnya cukup lama, mulai pukul 06.30-02.00. “Jadi mulai menu sarapan, makan malam, sampai tengah malam, semua menu selalu siap,” ujar Ikbal (23), pengelola kedai ini.
Nah, kalau sedang kelaparan di Depok kapan pun, sepertinya kedai ini bisa jadi pilihan. Letaknya di Jl. Margonda Raya No. 477, Pondok Cina, Depok.

Kue Kamir

Di beberapa ruas jalan di Kota Depok kini mulai ada jajanan baru. Namanya Kue Kamir yang berasal dari Pemalang, Jawa Tengah. Rupanya Ny Hamidah (39) yang mencoba mengenalkan penganan asal daerahnya di Depok. Hasilnya? “Cukup menggembirakan,” ujarnya senang.
Kue Kamir dibuat dari tepung terigu, mentega, dan tapai singkong. Ketiga bahan ini lalu diadoni, plus diberi sedikit tambahan gula dan garam. Setelah itu dipanggang dengan loyang khusus yang memiliki 7 cekungan untuk memanggang Kue Kamir. Sebelum adonan dipanggang, loyang berisi sedikit minyak agar tidak lengket.

Pemanggangan Kue Kamir harus telaten dan sabar, menggunakan api kecil. Jadi prosesnya cukup lama, bisa mencapai 10-15 menit. “Jadi kadang-kadang saya sebut juga kue sabar,” ujarnya sambil tertawa.

Penggunaan api kecil sangan penting agar kue matang hingga ke dalam. Saat matang, Kue Kamir menggembung besar dan empuk sekali. Saat disantap terasa lembut, gurih, dengan aroma tapai singkong yang samar-samar. “Di Pemalang, kue ini kerap jadi camilan sore atau pagi,” ujarnya.

Sejak berjualan Februari 2010 lalu, perkembangannya cukup baik. Beberapa kali, ia sudah bekerja sama membuka gerai kue kamir di sejumlah willayah Depok.

Kue Kamir bisa tahan sampai 2 hari, dan masih tetap empuk. Harganya dipatok Rp 5 ribu untuk 4 buah Kue Kamir yang cukup besar. Kedai mungilnya terletak di Jl. Nusantara Raya No. 135. Hp. 0819 3181 5102 – 0878 8463 7476. Hamidah membuka kedainya pagi mulai pukul 05.30-12.00. Kemudian dilanjutkan mulai pukul 13.00-21.00 untuk periode kedua. “Kalau di Depok, banyak sekali yang membekal Kue Kamir untuk sarapan,” tandasnya.

Tulisan & Foto: Miftakh Faried
Tata Letak: Benyamin W.

Person quoted: Rini (pengelola RM Seafood 1000 Pulau) . Angga (pengelola Kedai Mi Bingung) . H. Rambey (pemilik kedai Lemang Juanda) . Mega (pemilik KedaiQu) . Ikbal (pengelola kedai Bubur Sinar Garut) . Ny. Hamidah (pemilik kedai Kue Kamir)

Air

kiriman dari Yunni Jatiningsih (Angkatan 80)
Copas dari milis tetangga….

Dulu kita sering diingatkan orang tua kita jangan telan biji jambu, nanti usus buntu…!!

Penulis pernah diskusi dengan temannya yang seorang dokter. Dokter itu menerangkan bahwa dia sudah ribuan kali mengoperasi orang yang kena sakit usus buntu. Selama dia operasi usus buntu, belum pernah dia menemukan di dalam usus buntu itu yang namanya biji jambu, biji cabe, apalagi biji durian ..Dokter itu menerangkan pula, bahwa sakit usus buntu terjadi karena kita KURANG MINUM AIR ! Bukan karena makan biji-bijian.

As simple as that ?? Ya, karena kurang minum air, bisa berakibat frekuensi BAB juga berkurang. Frekuensi BAB berkurang, sementara makanan yang kita makan sudah jadi sampah, yang siap dibuang, mampet di usus besar.

Akhirnya kotoran tsb naik, dan masuk ke usus buntu. Karena sudah berupa kotoran, membusuk, jadilah infeksi. Infeksi terjadi, kadar darah putih naik (karena ada infeksi), makanya kalau ada gejala USBUN, waktu dicek darah, kadar lecocyt pasti naik dengan tajam.Jadi, kalau mau terhindar dari usus buntu : Banyak lah minum air!! Kotoran didalam usus buntu akan keluar di ‘flushing’ oleh air putih.

Sekedar tips (yang saya dapat di toilet VICO, waktu pelayanan PDK disana bulan lalu) di tempat Urinoir mereka, ada 4 lingkaran yang berwarna putih (bening), lalu kuning muda, kuning agak tua, dan kuning tua sekali. Lalu dibawahnya ada penjelasan.
Warna bening : You are in good shape !
Warna kuning muda : You still Ok, but drink more Water.
Warna Kuning agak Tua : You are being dehidrated! Drink water now!
Warna kuning tua sekali : Warning, Your body in danger !!!

Kita bisa tahu kita kurang minum dari warna air seni kita.Keep drinking guys!! (Water, not alcohol !!)

Kuliner Solo

info kuliner 13 – 26 Agustus 2010
Kiriman:Radityo

Ketika mendengan kata Surakarta mungkin Anda tak akan terlalu familiar dibanding dengan Solo. Ya, siapa yang tak kenal kota indah yang dialiri sungai Bengawan Solo ini. Awalnya, kota ini bernama Surakarta namun nama Sala atau Solo mulai populer di masyarakat sejak Belanda memberlakukan struktur pemerintahan dobel di Surakarta akibat perjanjian Giyanti. Perjanjian Giyanti ini membuat pemerintahan Surakarta terpecah menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Daerah Kasunanan Surakarta inilah yang akhirnya berkembang menjadi kota Solo. Nama ini diambil dari nama desa tempat berdirinya Keraton Surakarta yaitu Desa Sala.
Hampir semua orang, pastinya mengidentikkan makanan Solo memiliki citarasa makanan yang cenderung manis. “Pada dasarnya, makanan khas Solo memiliki citarasa yang variatif, termasuk gurih. Namun, rasa manis lebih mendominasi,” ungkap William Wongso, pakar kuliner makanan Nusantara. Hanya saja, yang masih terlihat sangat dominan dan menjadi ciri khas makanan Solo adalah adanya penggunaan santan dan gula jawa, serta aneka bumbu lain seperti daun salam, dan serai. Banyaknya desa-desa di kota Solo membuat citarasa dan jenis makanan tradisional semakin variatif.

Akulturasi Budaya.

Variasi rasa masakan khas Solo rupanya juga dipengaruhi oleh sentuhan kuliner Belanda. Salah satu makanan khas Solo yang juga mendapatkan sentuhan kuliner Belanda adalah Bestik Solo. Bestik sendiri merupakan hasil pelafalan lidah pribumi dari bahasa Belanda Biefstuk yaitu masakan yang terbuat dari daging dan sayuran dengan saus sejenis steak. Bestik Jawa merupakan akulturasi masakan Eropa yang disesuaikan dengan lidah lokal. Hasil silang rasa itu telah turun-temurun dan disajikan sebagai menu yang kemudian diklaim sebagai masakan khas Solo.
Salah satu rumah makan yang menyajikan kenikmatan citarasa Bestik Solo adalahWarung Tenda Harjo Bestik di Solo. Menu yang menjadi unggulan di tempat ini adalah Bestik Lidah Sapi. Bestik ini terbuat dari lidah sapi yang dipotong kecil, dan direbus dengan menggunakan kaldu ayam selama 3-4 jam sampai matang. Ketika akan disajikan, Bestik Lidah ini pun disajikan dengan siraman saus yang mirip dengan Brown Sauce.

Jenis makanan lain yang juga menjadi makanan khas kota bengawan ini adalah Sop Timlo. Sop ini merupakan jenis sop berkuah bening dengan bumbu yang minimalis. Dan uniknya, ke dalam sop ini ditambahkan kecap manis sebagai ‘pewarna’ kuah sop. Beberapa orang mungkin lebih familiar dengan sebutan Kimlo, dan nyaris menyamakan kedua jenis Sop ini. Namun, ternyata kedua jenis sop ini berbeda, meski nyaris mirip. Perbedaan yang paling jelas terlihat pada salah satu bahan isian sop ini. Sop Timlo berisi jamur kuping, wortel, bunga sedap malam, soun, dan irisan sosis solo, dan Sop Kimlo tak berisi Sosis Solo tapi Kekian.
“Timlo adalah versi asli Sop khas Solo, sedangkan Kimlo sudah ada campuran aliran Chinese,” tambah William. Jika kebetulan bertandang ke Kota Solo, maka cobalah mampir ke Timlo Sastro di Pasar Gede. Semangkok Timlo Solo yang bening terasa sangat nikmat dengan aneka isian jamur dan wortel yang renyah. Harumnya bunga sedap malam, rupanya menebar aroma tersendiri dalam kuah Timlo ini sedikit berbeda dari Timlo lainnya karena tak menggunakan soun sebagai campurannya.
Tengkleng pada versi original Solo merupakan makanan yang tak bersantan, sedangkan Gule menggunakan campuran santan pada kuahnya. “Tengkleng yang asli Solo itu tak bersantan, yang bersantan itu Gule,” beber William.
Penjual Tengkleng yang paling populer di Solo adalah Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer. Tapi untuk bisa menyantap Tengkleng dan makanan lainnya seperti Soto Nggading, Serabi Notosuman, Nasi Liwet, Kimlo, Oseng-Oseng Mercon, Sosis Solo, Selat Solo, Gado-Gado Solo.

Sambutan Mendiknas di pentupan OSN Medan 2010

sumber Waspada online http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=135035:mendiknas-masyarakat-berpengetahuan-siap-memilih-profesi&catid=14:medan&Itemid=27

AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE

(WOL Photo/Hasnul Ramadhan) 

MEDAN – Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Mediknas), Fasli Jalal, mengatakan ciri dari masyarakat yang berpengetahuan, adalah mereka yang menguasai IPTEK,  punya daya kritis dan common sense, serta memiliki pengetahuan dan kesiapan memilih profesi.

Mau jadi apa dia atau mau kerja di mana, dapat ditentukan dengan ilu pengetahuan yang dimilikinya.

“Orang yang punya common sense, memiliki the power of reason, tidak mudah percaya pada yang irrasional, takhayul, rumor yang tidak berdasar dan sebagainya. Melalui OSN saya mengajak mari kita bangun daya kritis the power of reason, basis pengetahuan masyarakat kita secara menyeluruh dan merata di seluruh tanah air,” ujar Fasli kepada Waspada Online, siang ini.

Fasli mengakui, OSN yang dilaksanakan di Sumut selain dapat menciptakan atmosfir masyarakat berpengetahuan, juga diharapkan dapat membangun budaya inovasi, termasuk inovasi teknologi.

Menurut Fasli, Ini penting untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh Indonesia , maupun oleh dunia, karena inovasi akan meningkatkan produktivitas perekonomian Indonesia.

“Saya ingat benar pesan Bapak Presiden pada puncak peringatan Hardiknas 11 Mei 2010 lalu tentang pentingnya menyemai benih-benih inovasi pada peserta didik.  Pesan beliau, agar jajaran Kemdiknas dapat membikin anak-anak memiliki benih-benih inovasi, yang bisa dikembangkan di masa depan dengan membangun intelectual curiosity,” tukasnya.

Fasli berharap, melalui kegiatan OSN, Kemdiknas dapat membuat peserta didik memiliki benih-benih inovasi, sebagaimana yang diharapkan dan diamanatkan oleh Bapak Presiden.

Wisata Deles

Yudi

menuju deles manisrenggo

menuju deles manisrenggo

Deles Indah merupakan Obyek Wisata yang terletak di lereng kaki gunung Merapi sebelah timur ± 25 km dari Kota Klaten, Deles berada di Wilayah Desa Sidorejom Kecamatan Kemalang, dengan ketinggian antara 800 m – 1300 m diatas permukaan laut.
Deles mempunyai potensi spesifik suasana pemandangan alam pegunungan. Dari obyek wisata deles dapat dilihat pemandangan puncak Merapi dengan nyata, pemandangan kota Klaten yang dihiasi dengan cerobong Perusahaan Gula gondang Baru & perusahaan Ceper Baru dengan berselendangkan Rowo Jombor dengan Jajaran Gunung Kapurnya merupakan Panorama yang Indah.
Di lereng Gunung Merapi di Deles kemalang Klaten. Konon Deles indah meraih kejayaannya sekitar tahun 1986 – 1995. Namun kejayaan itu meredup dengan semakin maraknya penambangan pasir . Kamipun tidak menyangka jalan yang akan dilalui sebegitu dasyatnya. Kami harus berbagi jalan dengan truk – truk pengangkut pasir yang hampir 90% sebagai pengguna jalan tentunya.  Tak heran jika jalan banyak yang rusak malah tergolong rusak berat. Dan tanjakan yang begitu curam makin kesulitan dalam melaju kendaraan. Beberapa waktu lalu saya ke deles sunggug sangat Ironi sekali dengan tempat wisata Deles, yang hilir mudik cuma truk pengangkut pasir dari lereng gunung Merapi.
Daerah Deles perlu perhatian dari pemerintah, LSM lingkungan dan lembaga pemangku lainnya yang peduli dengan lingkungan. Bila tidak mungkin beberapa tahun lagi daerah deles akan rusak lingkungannya dan bisa membahayakan warga setempat dan yang untuk adalah para pemilik usaha ekplotasi penambangan pasir di daerah Deles Kemalang Klaten.

salam
Yudi

Taman Pintar untuk MOS

sumber KRJogja.com

Minggu, 11 Juli 2010 21:42:00
Ilustrasi (Foto:Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Tempat rekreasi edukasi Taman Pintar Yogyakarta akan digunakan sekolah sejumlah sekolah sebagai tempat pelaksanaan masa orientasi sekolah untuk siswa baru pada tahun ajaran 2010/2011.

“Sudah ada setidaknya 10 sekolah yang mendaftar ke kami untuk bisa melaksanakan MOS (masa orientasi siswa) di Taman Pintar,” kata Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Minggu (11/7).

Menurut dia, pelaksanaan MOS di Taman Pintar tersebut sudah memasuki tahun kedua, dengan peminat pada 2009 mencapai sekitar 30 sekolah yang diikuti hampir 7.000 siswa.

Taman Pintar, lanjut dia, akan menyediakan paket khusus untuk pelaksanaan MOS tersebut, misalnya penggunaan “exhibition hall” dan juga pemandu untuk menjelaskan masing-masing wahana dan zona yang ada di tempat wisata itu.

“Kami tidak akan membebani peserta MOS dengan biaya tambahan untuk mengikuti MOS di Taman Pintar,” katanya.

Ia melanjutkan, pelaksanaan MOS di Taman Pintar rata-rata berlangsung empat hingga lima jam, termasuk diskusi dan juga kunjungan ke wahana-wahana yang ada.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya telah menerima permintaan dari sekitar 10 sekolah di Kota Yogyakarta seperti dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1, SMA Bopkri 1 dan 2, dan juga sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.

“Biasanya, kami akan mendiskusikan materi kunjungan yang akan dilaksanakan pada saat MOS. Tidak tertutup kemungkinan juga, akan ada penggabungan pelaksanaan MOS antar sekolah, asalah satu tingkatan,” katanya.

Pihak Taman Pintar membatasi pelaksanaan MOS di lokasi tersebut mulai Selasa (13/7) hingga Sabtu (17/3). “Selama pelaksanaan MOS, kami masih akan tetap membuka layanan untuk pengunjung biasa,” katanya. (Ant/Tom)