Sambutan Mendiknas di pentupan OSN Medan 2010

sumber Waspada online http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=135035:mendiknas-masyarakat-berpengetahuan-siap-memilih-profesi&catid=14:medan&Itemid=27

AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE

(WOL Photo/Hasnul Ramadhan) 

MEDAN – Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Mediknas), Fasli Jalal, mengatakan ciri dari masyarakat yang berpengetahuan, adalah mereka yang menguasai IPTEK,  punya daya kritis dan common sense, serta memiliki pengetahuan dan kesiapan memilih profesi.

Mau jadi apa dia atau mau kerja di mana, dapat ditentukan dengan ilu pengetahuan yang dimilikinya.

“Orang yang punya common sense, memiliki the power of reason, tidak mudah percaya pada yang irrasional, takhayul, rumor yang tidak berdasar dan sebagainya. Melalui OSN saya mengajak mari kita bangun daya kritis the power of reason, basis pengetahuan masyarakat kita secara menyeluruh dan merata di seluruh tanah air,” ujar Fasli kepada Waspada Online, siang ini.

Fasli mengakui, OSN yang dilaksanakan di Sumut selain dapat menciptakan atmosfir masyarakat berpengetahuan, juga diharapkan dapat membangun budaya inovasi, termasuk inovasi teknologi.

Menurut Fasli, Ini penting untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh Indonesia , maupun oleh dunia, karena inovasi akan meningkatkan produktivitas perekonomian Indonesia.

“Saya ingat benar pesan Bapak Presiden pada puncak peringatan Hardiknas 11 Mei 2010 lalu tentang pentingnya menyemai benih-benih inovasi pada peserta didik.  Pesan beliau, agar jajaran Kemdiknas dapat membikin anak-anak memiliki benih-benih inovasi, yang bisa dikembangkan di masa depan dengan membangun intelectual curiosity,” tukasnya.

Fasli berharap, melalui kegiatan OSN, Kemdiknas dapat membuat peserta didik memiliki benih-benih inovasi, sebagaimana yang diharapkan dan diamanatkan oleh Bapak Presiden.

Taman Pintar untuk MOS

sumber KRJogja.com

Minggu, 11 Juli 2010 21:42:00
Ilustrasi (Foto:Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Tempat rekreasi edukasi Taman Pintar Yogyakarta akan digunakan sekolah sejumlah sekolah sebagai tempat pelaksanaan masa orientasi sekolah untuk siswa baru pada tahun ajaran 2010/2011.

“Sudah ada setidaknya 10 sekolah yang mendaftar ke kami untuk bisa melaksanakan MOS (masa orientasi siswa) di Taman Pintar,” kata Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Minggu (11/7).

Menurut dia, pelaksanaan MOS di Taman Pintar tersebut sudah memasuki tahun kedua, dengan peminat pada 2009 mencapai sekitar 30 sekolah yang diikuti hampir 7.000 siswa.

Taman Pintar, lanjut dia, akan menyediakan paket khusus untuk pelaksanaan MOS tersebut, misalnya penggunaan “exhibition hall” dan juga pemandu untuk menjelaskan masing-masing wahana dan zona yang ada di tempat wisata itu.

“Kami tidak akan membebani peserta MOS dengan biaya tambahan untuk mengikuti MOS di Taman Pintar,” katanya.

Ia melanjutkan, pelaksanaan MOS di Taman Pintar rata-rata berlangsung empat hingga lima jam, termasuk diskusi dan juga kunjungan ke wahana-wahana yang ada.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya telah menerima permintaan dari sekitar 10 sekolah di Kota Yogyakarta seperti dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1, SMA Bopkri 1 dan 2, dan juga sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.

“Biasanya, kami akan mendiskusikan materi kunjungan yang akan dilaksanakan pada saat MOS. Tidak tertutup kemungkinan juga, akan ada penggabungan pelaksanaan MOS antar sekolah, asalah satu tingkatan,” katanya.

Pihak Taman Pintar membatasi pelaksanaan MOS di lokasi tersebut mulai Selasa (13/7) hingga Sabtu (17/3). “Selama pelaksanaan MOS, kami masih akan tetap membuka layanan untuk pengunjung biasa,” katanya. (Ant/Tom)

Malioboro, Jalan Sejuta Kenangan

Sumber: http://www.krjogja.com/news/detail/6231/Malioboro..Jalan.Sejuta.Kenangan.html

Minggu, 16 Mei 2010 08:40:00
Jalan Malioboro kerap menjadi ajang even budaya

KE Yogya, belum afdol kalau belum mampir ke Malioboro. Ya, jalan yang berada persis di garis imajiner yang menghubungkan Kraton Yogyakarta, Tugu, Monumen Jogja Kembali dan puncak Gunung Merapi memang menjadi kawasan legendaris dan menyimpan sejuta kenangan.

Jalan Malioboro telah membentuk sebuah kawasan tempat berkumpulnya berbagai komunitas. Dari sekian banyak komunitas yang ada, hanya komunitas pedagang yang terus eksis hingga kini. Komunitas-komunitas yang lain, yang dulu memanfaatkan kawasan ini, seperti komunitas budayawan dan seniman akhirnya hanya kebagian ruang sempit, tergusur aktivitas perdagangan yang semakin lama semakin menguasai ruang di Malioboro.

Jalan tersebut dibangun sejak Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono I, dilengkapi sarana perdagangan berupa pasar tradisional semenjak tahun 1758. Pasar yang dulunya berupa kawasan yang banyak tumbuh pohon beringin akhirnya diberi nama Pasar Beringharjo. Kawasan perdagangan tersebut terus berkembang dan setelah berlalu 248 tahun, akitvitas perdagangan meluas hingga menguasai seluruh kawasan Malioboro.

Malioboro tidak ada hubungannya sama sekali dengan mallbor. Malioboro diambil dari bahasa sansekerta yang berarti karangan bunga. Dulu, jalan yang perisis membujur ke arah pintu gerbang Keraton Ngayogyakarta selalu dipenuhi karangan bunga jika Keraton menggelar perhelatan. Karena itu jalan tersebut diberi nama Malioboro (karangan bunga).

Malioboro menjadi saksi bisu beragam peristiwa penting yang akhirnya banyak mewarnai perjalanan panjang bangsa Indonesia. Hengkangnya tentara kerjaan Belanda dari Bumi Pertiwi secara simbolik dilakukan di Jalan Malioboro dan ada prasastinya yang dapat dilihat sampai sekarang. Di kanan kiri Jalan Malioboro terdapat banyak bangunan bersejarah, diantaranya Benteng Vredeburg dan Gedung Agung. Pernah menjadi tempat bersarang komunitas seniman dan budayawan besar.

Malioboro memang eksotik. Keeksotikan tersebut tetap berpendar hingga saat ini. Ikon Kota Yogyakarta menyediakan aneka macam cinderamata khas Jogja. Perburuan cinderamata sambil berjalan kaki di bahu jalan tempat mangkalnya ratusan pedagang kaki lima menghadirkan suasana nan romantis. Semua ada disini, mulai dari produk kerajinan lokal seperti batik, hiasan rotan, wayang kulit, kerajinan bambu (gantungan kunci, lampu hias dan lain sebagainya) juga blangkon (topi khas Jawa/Jogja) serta barang-barang perak, hingga pedagang yang menjual pernak pernik umum yang banyak ditemui di tempat perdagangan lain.

Bila sudah cukup puas menyusuri Malioboro, lesehan Malioboro yang mulai buka menjelang petang dapat dimanfaatkan melepas lelah sambil menikmati makanan khas Jogja Gudeg. Bagi yang ingin memanjakan mulut dengan menu lain, juga ada burung dara goreng/bakar, pecel lele, sea food, masakan Padang dan aneka makan khas lainnya. Sambil menikmati makanan, pengamen jalanan akan menghibur dengan lagu-lagu hits atau tembang kenangan.

Itulah suasana yang ngangeni, suasana Malioboro. Maka “Kembali Ke Kotamu” menggambarkan kerinduan akan Jogja dengan Malioboronya.? Bila rindu Jogja… www.krjogja.com bisa sedikit menghibur sebelum ada waktu untuk datang atau pulang ke Jogja. (Bambang Murdoko/Festival Malioboro)

Hasil Sidang Theofilus Caesar, mengecewakan

Kamis, 06 Mei 2010 14:26:00

Massa yang tidak puas akan vonis majelis hakim sempat ricuh dengan para pendukung terdakwa. (Foto : Ardhi Wahdan)

YOGYA (KRjogja.com) -

Kericuhan terjadi usai digelarnya sidang putusan kasus pembunuhan terhadap alumnus SMU 6, Teofilus Caesar, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Kamis (6/5). Akibat insiden ini, kaca di gedung PN Yogyakarta pecah akibat saling dorong antara massa dan aparat. Kejadian ini bermula saat para pendukung kerabat korban tidak terima dengan putusan Majelis Hakim yang dipimpin Indri Murtini SH. Kepada terdakwa AH (18), hakim menjatuhkan vonis 3,5 bulan potong masa tahanan. Keputusan tersebut tidak bisa diterima oleh keluarga korban maupun para ratusan pendukungnya yang turut mengawal jalannya sidang. “Ini keadilan macam apa? Saya yakin ada permainan. Masak pembunuh kok divonis 3,5 bulan, karena potong tahanan maka sekarang pembunuhnya bisa bebas. Seharusnya terdakwa dihukum belasan tahun atau seumur hidup,” kata sepupu korban, Scolas. Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang kerabat korban. Pihaknya menuntut majelis hakim untuk bisa menjelaskan kepada mereka. “Dulu dakwaannya 10 sampai 15 tahun. Terus tuntutannya 1,5 tahun dan sekarang vonisnya menjadi 3,5 bulan. Ini pengadilan macam apa?,” jelas Lucas Dekia Saputra. Merasa tidak puas dengan putusan hakim tersebut, ratusan massa pendukung korban ini pun menduduki halaman kantor PN Yogyakarta. Saat melihat salah seorang pendukung terdakwa, para pendukung korban pun langsung terlibat perkelahian hingga kaca di depan pintu masuk PN Yogyakarta pecah. Beruntung petugas yang sejak awal mengamankan lokasi bisa segera meredam massa. Sehingga, kerusuhan tidak meluas. Kepala PN Yogyakarta, Komari SH pun menemui langsung para pendukung korban. Namun, jawaban yang diberikan Komari tidak memuaskan keluarga Teofilus Caesar. “Pokoknya kami meminta majelis hakim menemui kami. Kami akan menunggu di sini,” tambah Lucas. Sidang hari yang mengagendakan pembacan vonis terhadap terdakwa ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Indri Murtini SH dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Rendi Indra Nur Sasongko SH. Selain menyidangkan terdakwa AH, di tempat terpisah juga disidangkan 5 terdakwa lain dalam kasus pembunuhan tersebut, pasalnya, kelimanya masih dibawah umur, yakni AA, Agn, YP, Vro, dan Fni. Kesemua terdakwa ini merupakan siswa SMU Muhammadiyah I Yogyakarta. (Dhi)

Temukan Rumus Angka Piramida, Remaja RI Disorot Media Jerman

Priyanto – detikNews
Ibrahim Handoko (derwesten.de)
Berlin – Seorang remaja Indonesia Ibrahim Handoko (15) mencuri perhatian media-media di Jerman. Ibrahim berhasil memformulasikan persamaan untuk menyelesaikan perhitungan angka piramida dengan jumlah tidak terbatas. 

Ibrahim, remaja santun yang juga aktif di berbagai kegiatan masjid ini mengundang decak kagum dari para pengajarnya di Jerman.

Seperti yang dilansir dari situs berita jerman www.derwesten. de, Kamis (25/2/2010) guru matematika dan pembimbing Ibrahim, Michael Wallau mengatakan muridnya adalah seorang yang luar biasa.

“Ini adalah temuan yang luar biasa bagi seorang remaja berusia 15 tahun, terlebih lagi ia menyelesaikan persamaan ini hanya disela-sela waktu luangnya,“ ujar Wallau pada derwesten.de.

Pada awalnya, Ibrahim hanya berniat membantu adik perempuannya menyelesaikan tugas sekolah tentang piramida. Persoalan ini pada intinya adalah menghitung jumlah angka pada elemen teratas suatu piramida.

Biasanya, persoalan ini diselesaikan dengan cara menjumlahkan satu persatu angka di setiap elemen penyusun paramida sehingga ditemukan jumlah total dalam piramida tersebut. Dengan rumus temuan Ibrahim, persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat tanpa harus menghitung satu persatu.

Berkat penemuannya ini, Ibrahim menjadi salah satu nominasi peneliti remaja terbaik tahun 2010 di Jerman. Selain itu, putra pasangan Bapak Budi Handoko dan Ibu Nuningsih ini, juga terpilih sebagai matematikawan terbaik dan berhak mewakili distriknya dalam olimpiade matematika di tingkat negara bagian.

*) Priyanto adalah Mahasiswa S3 Universität Duisburg-Essen Jerman

(nwk/nwk)

 

Facebook:
Radityo Djadjoeri

Festival Film Pelajar Indonesia 2010

Pusat Pengembangan Media Alternatif Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Wahana Audio Visual Indonesia dan FilmPelajar. com akan menyelenggarakan Festival Film Pelajar Indonesia pada 11-13 Juni 2010 di Jakarta. Festival berskala nasional ini akan memilih karya-karya terbaik dari para pelajar se-Indonesia. Dewan juri yang terdiri dari perwakilan praktisi film profesional, Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta dan Departemen Pendidikan Nasional akan memilih 5 (lima) karya terbaik untuk diberikan tropi dan penghargaan. Selain itu, dewan juri juga akan memilih 1 (satu) sutradara terbaik yang akan diberikan hadiah beasiswa studi film secara penuh selama setahun di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta.

Informasi lebih lengkap dapat diakses di http://filmpelajar. com/

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam komunitas dan karya film pelajar Indonesia! :-)

Museum Gunung Merapi Diresmikan

Museum Gunung Merapi (MGM) yang dibangun selama empat tahun di di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta diresmikan pada Kamis (1/10).

Museum yang menempati lahan seluas 3,5 hektare dengan luas bangunan 4.470 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Museum patungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten itu dimaksudkan sebagai wahana informasi, penelitian, pendidikan, dan wisata tentang kegunungapian.

Dihadiri oleh Kepala Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral R Sukyar mewakili Menteri ESDM, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Departemen ESDM Dr Surono, Asisten I Pemprov DIY Tavip Agus Rayanto, dan Wakil Bupati Sleman Sri Purnomo, museum ini baru dibuka untuk publik mulai pekan depan.

Dalam sambutan yang dibacakan Sukyar, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyebutkan, MGM akan dijadikan sebagai sarana pendidikan masyarakat tentang kegunungapian, juga sebagai upaya mitigasi bencana. Hal itu menjadi sangat penting bagi Indonesia mengingat terdapat 500 gunung berapi di negeri ini, di mana 129 berstatus aktif. Jumlah itu mencakup 13 persen dari total gunung api aktif di dunia.

Sedangkan, Sri Purnomo mengatakan, MGM akan menjadi aset baru yang penting untuk mengembangkan pendidikan dan pariwisata di Sleman. Pada tahun 2010, pengelolaan MGM akan dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman. Dijelaskan Ketua Adhoc Pengelola MGM, Singgih Sudibyo SH, setelah diresmikan, operasional MGM diserahkan ke Pemkab Sleman dan saat ini sistem dan penyelenggaraannya sedang digodok, termasuk berapa tiket masuknya.

Museum tersebut berisi diorama Gunung Merapi, foto-foto Gunung Merapi, foto awan panas, batu-batuan Merapi dari berbagai erupsi, foto erupsi Merapi dari tahun 1900 sampai dengan 2007, dan batu Bom Gunung Merapi atau Vulcanic Bomb.

“Bom gunung api ini adalah batuan pijar berdiameter lebih besar 65 mm yang terbentuk dari lontaran material letusan merapi. Terjadi proses pendinginan yang cepat sebelum mencapai permukaan bumi. Bom Gunung api dapat terlontarkan beberapa kilometer dari sumber letusan dan sering menghasilkan bentuk aerodinamis, ” terangnya.

Selain itu, juga dipajang barang-barang milik masyarakat yang tinggal di kawasan wisata Kaliadem, khususnya korban lava panas erupsi Merapi tahun 2006 lalu seperti wajan, panci, piring dan alat masak lainnya. Termasuk sepeda motor korban erupsi Gunung Merapi yang tewas di bunker Kaliadem 14 Juni 2006. [152]
Suara Pembaruan

DOMAIN sman6-yogya.sch.id Expired!!!

Dear All Sivitas SMAN 6 Yogyakarta,

Pagi ini saya menemukan bahwa domain “sman6-yogya.sch.id” telah expired.

Kepada pengelolanya, tolong diurus dong agar domain itu dapat aktif kembali. Malu kan, SMA yang punya nama seperti SMAN 6 Yogyakarta ini sampai “mati” domainnya. Apalagi di saat-saat seperti sekarang ini tentu banyak orang ingin mencari tahu tentang SMAN 6 Yogyakarta.

Salam,

Wahyu Budi Setyawan

Berikut ini adalah kutipan pesan tentang “mati”-nya domain itu.

———————

Nama Domain ini telah habis masa berlakunya dikarenakan hal-hal berikut:

 

  • Pemakai/pengelola nama domain ini mengetahui bahwa nama domainnya telah habis masa berlakunya tetapi memilih untuk tidak memperpanjang masa berlaku nama domain tersebut.
  • Pemakai/pengelola nama domain ini tidak menerima email informasi mengenai habis masa berlakunya nama domain melalui alamat email yang terdaftar pada sistem registrasi. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak aktif/validnya alamat email tersebut.

Bilamana nama domain ini masih ingin dipergunakan maka pihak pemakai/pengelola nama domain ini dapat melakukan proses perpanjangan agar nama domain dapat diaktifkan kembali.Untuk informasi mengenai proses perpanjangan silahkan menghubungi pengelola domain anda atau dapat langsung menghubungi:

PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia)

Gedung Arthaloka, Lantai 11
Jalan Jenderal Sudirman Kav 2 Jakarta 10220

Telepon +622157939151 (hunting), +6221 98290955
Fax +62 21 579 39152
Email: info@pandi.or.id
website: www.pandi.or.id

—————————————

 

Persiapan Menghadapi SNMPTN, Apa yang diperlukan?

Berikut ini adalah kutipan berita dari Harian Kompas, Senin 1 Juni 2009, halaman 12.

Secara singkat, berita dengan judul “Persiapan Perlu Berbeda” itu memberitakan hal-hal berikut ini:

  1. Untuk menghadapi Sseleksi  Nasional Masuk Perguruan Tinggio Negeri (SNMPTN) tahun ini, para siswa perlu mempersiapkan diri dengan cara yang berbeda dari cara di tahun-tahun sebelumnya. SNMPTN akan mengubah model tes. Selain itu siswa juga diminta menjalani tes potensi akademik.
  2. Untuk tes bidang studi, baik Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), maupun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), soal akan bersifat prediktif. Hal ini berbeda dengan model soal Ujian Nasional (UN). Dengan model soal prediktif, materi akan lebih bersifat analisis dan menggunakan logika; tidak sekedar mengandalkan hafalan, definisi, dan verbal seperti dalam kurikulum. Dengan model tes ini, diharapkan SNMPTN tidak mengulangi hasil UN.
  3. Sistem pengolahan hasil menggunakan penilaian persentil (persentase). Kalau semua tes dikerjakan merata, nilainya lebih tinggi. Hal ini karena dikehendaki siswa mempunyai kemampuan merata dan tidak hanya unggul di satu bidang saja. Murid yang jago IPA, misalnya, juga harus mengetahui bidang studi dasar, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika dengan baik. Kalau ada enam bidang studi, sebaiknya semuanya dikerjakan secara merata, tidak hanya satu bidang yang difokuskan bernilai bagus dan yang lainnya diabaikan.
  4. Tes potensi akademik yang selama ini banyak digunakan untuk menyeleksi mahasiswa pascasarjana, sekarang akan juga diterapkan untuk calon mahasiswa program sarjana. Calon mahasiswa program sarjana dengan kemampuan analisis dan logika yang baik tidak akan menemui kesulitan menjalani tes ini.
  5. SNMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Juli 2009.

Demikian kutipan berita. Semoga bermanfaat.

Selamat berjuang.

Salam,

Wahyu Budi Setyawan

Pagu PSB SMAN 6 Jogja 2009

Sekedar Info tentang Kuota PSB SMA N 6 Yogyakarta 2009 barangkali ada saudara, teman, adek, anak, atau cucu keluarga besar SMA 6 yang ingin melanjutkan pendidikannya di SMA 6 Yk juga:
Daya tampung SMA 6 Yk tahun 2009 adalah 252 siswa terdiri dari:
60% Penduduk Kota Yogya (152 casis),
20% Penduduk Luar K.Yogya dlm DIY (50 casis),
10% Luar Prop. DIY (25 casis),
10% pemegang KMS (25 casis)
Untuk Pendaftaran akan dimulai tanggal 29-30 Juni’09 bagi calon siswa pemegang KMS, sedangkan tanggal 2-4 Juli’09 untuk pendaftaran reguler melalui internet (PSB Real Time Online) dengan rincian pemilihan sekolah: 3 pilihan (maksimal 2 negeri dan 1 swasta).
Sehingga, sisa daya tampung SMA 6 Yk tersisa hanya 227 casis pada seleksi reguler (setelah dikurangi casis pemegang KMS).
Info ini saya dapat dari KR dan sumber Diknas Kota Yogyakarta.
Situsnya: www.yogya.psb- online.or. id (tapi masih tahap pembenahan)
Thx… Warm regards…

Indra Namche 2005