Naskah ini aslinya adalah materi presentasi dalam bentok power point.
Oleh: Patricia Prinz
Cyprus Summer Institute, 18-27 Juni 2007
Terjemahan oleh Wahyu Budi Setyawan
===============================================
Empat aspek pengajaran:
- Mengajar: strategi mengembangkan isi, penyajian informasi, membimbing aktifitas, mengevaluasi pembelajaran.
- Manajemen: aturan-aturan dan proses-proses mempertahankan suatu kelas yang produktif dan tertib.
- Pengharapan: kepercayaan bahwa guru menentukan masa depan sukses murid-murid.
- Motivasi: proses memunculkan, melanjutkan, dan mengarahkan aktifitas yang mengarah ke pembelajaran.
Apa peranan guru?
Menentukan jalan untuk memotivasi murid-murid adalah:
- Tanggungjawab guru,
- Bagian dari proses pengajaran.
Guru-guru harus mengetahui dan merencanakan aspek-aspek motivasional dari pengajaran.
Motivasi belajar
Para murid cenderung:
- (Berusaha) mendapatkan aktifitas-aktifitas akademik yang penuh arti dan bermanfaat,
- Mencoba mendapatkan keuntungan yang dijanjikan,
- Bersedia hadir di dalam kelas dimana aktifitas pembelajaran berlangsung,
- Mencari alasan-alasan belajar.
Hal-hal yang berkaitan dengan diri murid:
- Tujuan,
- Pengetahuan bagaimana mencapai tujuan-tujuan,
- Standar-standar pribadi,
- Keyakinan tentang kemampuan dan emosi mereka,
- Minat,
- Nilai-nilai (values),
- Kesediaan mengikuti proses belajar.
Kemauan belajar
Murid-murid yang mau belajar:
- Aktif,
- Perhatian,
- Ingin tahun,
- Mau berpartisipasi.
Perspektif sosiokultural tentang motivasi
Memandang motivasi melalui:
- Keterkaitan – manusia-tugas-konteks,
- Emosi,
- Pengaruh-pengaruh kognitif.
Hubungan sosial
Para murid memiliki:
- Tujuan-tujuan akademik,
- Tujuan-tujuan sosial.
Motivasi ekstrinsik
- Pengaruh-pengaruh dari luar,
- Kompetisi,
- Nilai tugas.
Murid-murid yang termotivasi secara ekstrinsik
Belajar dalam rangka untuk:
- Mendapatkan pujian,
- Memperoleh keuntungan,
- Menghindari hukuman.
Motivasi instrinsik
- Dari dalam diri,
- Mau belajar dengan rasa ingin tahu, minat, atau kesenangan, atau untuk mencapai tujuan-tujuan intelektual dan pribadi.
Murid-murid yang termotivasi secara instrinsik
- Tidak memerlukan imbalan untuk memulai dan menyelesaikan,
- Mencari kompetensi atau kemampuan,
- Didorong oleh tantangan untuk belajar.
Gagasan yang terkait motivasi
- Tujuan-tujuan
- Pengetahuan
- Proses-proses metacognitif
Tujuan
Berkaitan dengan mengapa – keinginan personal:
- Cognitif – representasi mental dan kondisi masa depan.
- Individual
- Kompetitif
- ko-operatif.
Pengetahuan
- Bagaimana melakukan sesuatu,
- Strategi-strategi untuk mencapai tujuan
Proses-proses Metacognitif
- Cognisi – proses mental
- Metacognisi:
- Kepedulian terhadap proses mental
- Pemahaman, monitoring, dan mengevaluasi proses-proses mental.
Metacognisi
Regulasi diri:
- Kapasitas untuk (sesuatu)
- Pengaturan dan Perencanaan untuk (sesuatu)
- Pembelajaran
- Monitor Pembelajaran
- Mengatur dan Mengkoordinasi strategi yang dipergunakan
- Mengevaluasi strategi yang dipergunakan.
Keperdulian diri:
- Pengetahuan tentang (sesuatu)
- Diri sendiri sebagai pembelajar
- Strategi-strategi yang diperguakan dalam pembelajaran
- Sifat tugas-tugas pembelajaran
Aspek-aspek Metacognisi
- Mengontrol kepercayaan – murid dapat mengontrol hasil/outcome melalui usaha,
- Kemampuan diri sendiri – percaya kemampuan untuk berhasil dalam tugas,
- Memonitoring kemajuan – kesadaran bahwa proses pembelajaran penuh keberhasilan,
- Menghargai tindakan – keyakinan bahwa murid dapat mengontrol hasil,
- Menghargai hasil – kepercayaan murid-murid tentang pencapaian tujuan dan evaluasi sesudahnya.
Peningkatan Motivasi
- kemauan dan respon murid yang aktif,
- Interaksi kelompok,
- Tujuan-tujuan tingkat tinggi,
- Jelas tujuan, tugas dan produk,
- Membuat pijakan untuk menjamin sukses,
- Aktifitas seperti game,
- Umpan balik yang informatif.
Murid termotivasi bila:
Tujuan jelas:
- Aktifitas disepakati,
- Memahami bagaimana mencapai tujuan,
- Mempercayai adanya kesempatan yang logis untuk mencapai tujuan,
- Mempercayai dapat mengontrol pembelajaran (upaya vs kemampuan).
Guru memotivasi murid bila:
- Menetapkan tujuan yang terjangkau, spesifik, menantang, disetujui,
- Mengajarkan strategi untuk mencapai tujuan,
- Memberi umpan balik yang terus menerus dan informatif,
- Memberi pijakan untuk menjamin hasil-hasil yang sukses.
(Selesai)
