Air

kiriman dari Yunni Jatiningsih (Angkatan 80)
Copas dari milis tetangga….

Dulu kita sering diingatkan orang tua kita jangan telan biji jambu, nanti usus buntu…!!

Penulis pernah diskusi dengan temannya yang seorang dokter. Dokter itu menerangkan bahwa dia sudah ribuan kali mengoperasi orang yang kena sakit usus buntu. Selama dia operasi usus buntu, belum pernah dia menemukan di dalam usus buntu itu yang namanya biji jambu, biji cabe, apalagi biji durian ..Dokter itu menerangkan pula, bahwa sakit usus buntu terjadi karena kita KURANG MINUM AIR ! Bukan karena makan biji-bijian.

As simple as that ?? Ya, karena kurang minum air, bisa berakibat frekuensi BAB juga berkurang. Frekuensi BAB berkurang, sementara makanan yang kita makan sudah jadi sampah, yang siap dibuang, mampet di usus besar.

Akhirnya kotoran tsb naik, dan masuk ke usus buntu. Karena sudah berupa kotoran, membusuk, jadilah infeksi. Infeksi terjadi, kadar darah putih naik (karena ada infeksi), makanya kalau ada gejala USBUN, waktu dicek darah, kadar lecocyt pasti naik dengan tajam.Jadi, kalau mau terhindar dari usus buntu : Banyak lah minum air!! Kotoran didalam usus buntu akan keluar di ‘flushing’ oleh air putih.

Sekedar tips (yang saya dapat di toilet VICO, waktu pelayanan PDK disana bulan lalu) di tempat Urinoir mereka, ada 4 lingkaran yang berwarna putih (bening), lalu kuning muda, kuning agak tua, dan kuning tua sekali. Lalu dibawahnya ada penjelasan.
Warna bening : You are in good shape !
Warna kuning muda : You still Ok, but drink more Water.
Warna Kuning agak Tua : You are being dehidrated! Drink water now!
Warna kuning tua sekali : Warning, Your body in danger !!!

Kita bisa tahu kita kurang minum dari warna air seni kita.Keep drinking guys!! (Water, not alcohol !!)

Weight & Long

Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMA-nya kita memikul beban tersebut.

(Stephen Covey) Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:

“Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “
Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.”

Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.

Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.
” Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang.
Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.
Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya …! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

“Start the day with smile and have a nice weekend “.

Totok Sediyantoro
Cell : 0855-10-TOTOK