berita duka angkatan 1968

Telah berpulang ke Rahmat Allah, sahabat/saudara kita HIDAYAT Sugaib (KRT) Namche angkatan 68 Kamis pada 7 Mei pagi tadi l.k pkl 06.30. Alamat rumah duka Jl. Rajawali J.11 – Cimanggis, Kelapa Dua, Depok (dr daerh Ps Rebo msuk komp KOPPASUS, ikuti trus jl menuju depok).
Akan dimakmkan di Jogja (CondongCatur) . Info lebih lanjut msh tunggu anaknya laki2.

Innalillahi Wa Innaillaihi Rodjiun
Semoga almarhum Mas Dayat ’68 diterima disisi-Nya
Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Aamiin…. Aamiin…. Yaa robbal aalaamiin.

Totok Sediyantoro
Mobile : 085510-TOTOK

Haryo Angkatan 81 meninggal dunia

Berita Lelayu…Innaa lillahi Wa Inaa illaihi Raaji’uun…Telah beninggal Dunia Sahabat Kita Tercinta Mas Haryo angkt 81 pd pukul 22.20 tgl 25 Sept 2014 di RS Panti Rapih (Totok Sediyantoro)
Innalillahi wa innailaihiroji’un, kut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara, kakak kelas almamater SMAN 6 angkatan 81, sahabat kami HARYO WS! Bismillahirrahmanirrahim, Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Ghaffar ampunilah segala dosa dan kesalahan almarhum, terimalah segala amal dan ibadahnya, kuatkanlah dan tabahkanlah yang keluarga yang ditinggalkannya, mudahkanlah dan lapangkanlah segala urusannya, kuatkanlah iman dan takwanya, tambah-tambahkanlah amal dan ibadahnya, junjunglah dan muliakanlah derajat keluarga yang ditinggalkannya! Amin Allahumma Amin Ya Mujib YRA! (Amin Zakaria)
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah meninggal dunia sahabat, saudara kita mas Haryo W.S.(Dody) alumni SMAN.6C’81. adik dari mas Haryo Nugroho (6C’79), hari Kamis, 25 September 2014. jam 22.15. Di RS. Panti Rapih Yk. Rumah duka : Jl,Gito Gati 101, (Perempatan Merapi View ke Barat) Sleman,Yogyakarta. Nuwun. (Agus Indiarto)

Reuni Jakarta

Dengan hormat,

Dengan ini kami Panitia Silaturahim SMAN 6 Yogyakarta mengundang untuk hadir berkumpul dalam acara “Temu Kangen dan Silaturahim Seluruh Alumni SMAN 6 Yogyakarta ” yang akan diselenggarakan pada.

Hari/Tanggal : Sabtu, 13 September 2014
Jam : 09.00 – 14:00 WIB
Tempat : Balairung Soesilo Soedarman
Gedung Kementerian, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jl. Medan Merdeka Barat 17
Jakarta 10110
Kami mengharapkan undangan ini dapat disebarluaskan kepada teman-teman Alumni SMAN 6 Yogyakarta yang lain.

Atas perhatian dan kehadirannya, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Panitia Penyelenggara

meninggal dunia temen kita eks 3A3 Nemche ’82 A’ank/Azhar

Innalillahi wa’innaillaihi roji’un….,telah meninggal dunia temen kita eks 3A3 Nemche ’82 A’ank/Azhar di RS Dr. Soetomo Surabaya tadi malam 22 Juni 2014 sekitar jam 23.00. Alamat rumah duka di Perumahan Mitra Griya Asri Blok F 1B Wedomartani Ngemplak Sleman. Dimakamkan hari ini pk 16.00 di makam Babadan. Almarhum adalah suami dr Evi Suryanti eks Namche ’82 3A3 (sekelas)….nuwun

SUSUNAN PENGURUS PUSAT IKATAN ALUMNI SMAN 6 YOGYAKARTA MASA BAKTI TAHUN 2012 – 2015

IKATAN ALUMNI SMAN 6 YOGYAKARTA

Sekretariat   : Jl. Saraswati no.K6, Cipete Utara Jakarta Selatan

Fax = 021-7208791, Email = totok@hotmail.com

—————————————————————————————–

SUSUNAN PENGURUS PUSAT  IKATAN ALUMNI SMAN 6 YOGYAKARTA MASA BAKTI TAHUN 2012 – 2015

Pelindung                                      :  Sri Sultan Hamengkubuwono X ‘65

Dewan Pembina                          :  1. Sidharto Danusubroto ‘55

                                                            2. Subekti Ismaun ‘57

                                                            3. Taufik Effendi ‘61

                                                            4. Balung Mandoko ‘63

                                                            5. J.Suwanda ‘64

                                                            6. Maman Fatarurachman ‘64

                                                            7. Aznur Achmad ’65

Dewan Penasehat                       :  1. Soetrisno Danu ‘67

                                                            2. Darori ’72

                                                            3. Sumardoko ’72

                                                            4. Benny Pertiwanggono ‘73

Ketua Umum                                :  Sapta Nirwandar ‘73

Ketua Harian                                :  Totok Sediyantoro ’86

Sekretaris Jenderal                    :  Sony Sontani ’77

Sekretaris I                                    :  Djoko Priyono ‘68

Sekretaris II                                   :  Niken Novianty R ’94,

Bendahara I                                  :  Tinoek ’73

Bendahara II                                 :  Wiwik Waluyanti ’82

  

Bidang-Bidang  :

 

•  Bidang Humas

: Nungki ‘81. Yonni Setiabrata ‘84,  Tika Suryo ’88, Erlinda Dewi ‘94

•  Bidang Organisasi

: Daniel Yuda ’83, Deni ’92, Punjul Nugraha ‘94

•  Bidang Hubungan Almamater  

: Thamrin Alkes ’83, Bambang Sumanto ’72,

•  Bidang Usaha dan Dana

: Bambang Eka ’85, Niniek HW ’68, Bambino ’69,

•  Bidang Kewirausahaan

: Incik Zairina ’83, Tjatur Widyantoro ’94

•  Bidang Pembinaan Mental

: Ratna ‘68, Nefianto ‘83, Djuwaini ’69

•  Bidang Kesenian dan Olahraga

: YB Wijaya ‘81, Pipiet ’92, Yuni Jatiningsih ’80

•  Bidang Sosial

: Vivien ’90, Nur Agustin ’68, Endang Retno ’80,

 

Koordinator Wilayah :

–  DKI Jakarta dan sekitarnya           –  Hidayat ’68, Gapith Widodo ’86,

–  Jawa Barat (Bandung)                   –  Muhammad Sudrajat / Gatot ‘73

–  DI Yogyakarta dan sekitarnya    –  Siswanto ’68 , Iman Mulyono ’73

Koordinator Antar Angkatan :  

1958 – 1961                                   –  Kartini

1962  – 1964                                   –  Balung Mandoko

1965 –  1967                                   –  Utiek Aznur

1968  – 1970                                   –  Bambang Widjatmoko ( Bambino )

1971  – 1973                                   –  Tinoek Endah S.

1974  – 1976                                   –  Agus Sudrajat

1975  – 1977                                   –  Sony Sontani

1979  – 1980                                   –  Wahju Hidajat

1981  – 1983                                   –  Daniel W ’82

1984  – 1987                                   –  Jabrik ‘87

1988  – 1991                                   –  Atika ‘88

1992  – 1995                                   –  Tjatur Widyatoro ‘94

1996  – 1999                                   –  Adam ‘98

2000  – 2005                                   –  Dina Oktaria ‘03

2005 – 2009                                    – Eonk ‘06

 Ketua Umum Ikatan Alumni SMAN 6 Yogyakarta

Masa Bakti Tahun 2012 – 2015

 

( Sapta Nirwandar ‘73 )

sobat tercinta Radityo 82 meninggal dunia

Berita Duka Keluarga Besar Namche

Innalillahi Wa Innaillaihi Rodjiun
Semoga almarhum Mas Radityo diterima disisi-Nya
Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Aamiin…. Aamiin…. Yaa robbal aalaamiin.

Mas Radityo Jajuri Ketua MWHC III
Alumni. SMA 6 Yogya, angkatan 82. IPA 2, telah meninggal dunia, Minggu 1 Desember sore. Di apartemen nya Kalibata, sakit jantung, pagi ini jam 9 almarhum dibawa ke Batang/Pekalongan untuk dimakamkan.

Termasuk mylist Namche ini yang membuat adalah Mas Radit
HP Mas Radityo : 08179802250 hanya saat ini mailbox.

Totok Sediyantoro.
HP:0855-10-TOTOK

Karya Hebat Anak Indonesia, Sepatu Antimaling Hingga Gelang Anticulik

Jum’at, 15 November 2013, 22:25
Sandy Adam Mahaputra, Amal Nur Ngazis, Tommy Adi Wibowo
sumber: http://fokus.news.viva.co.id/news/read/458942-karya-hebat-anak-indonesia–sepatu-antimaling-hingga-gelang-anticulik

VIVAnews – Sudah bukan cerita baru kalau penemuan anak bangsa, sering kali malah tidak mendapat tempat di negara asalnya. Padahal, sejumlah karya mereka patut diperhitungkan.

Meski dengan segala keterbatasan, mereka justru mampu berinovasi menciptakan alat cukup hebat dan memiliki banyak manfaat. Di usia belia, para pelajar di Indonesia justru memperlihatkan tajinya dalam “perang” teknologi.

Seperti yang dilakukan Annisa Puteri Raka, siswa SMAN 6 Yogyakarta. Dia memiliki ide membuat Sepatu Anti Maling (Santiling).

“Ide awal pembuatan Santiling ini adalah ketika sandal dan sepatunya sering hilang saat ditinggal di halaman rumah dan masjid. Pada awalnya sih ikhlas-ikhlas saja, tapi lama-lama tekor juga beli sepatu dan sandal terus,” kata Annisa kepada VIVAnews di LIPI Jakarta, Jumat 15 November 2013.

Teknologi Santiling yang dibuat Annisa terdiri atas dua macam, Santiling Mini Switch dan Santiling Reed Switch.

Untuk Santiling Mini Switch, cara kerjanya adalah ketika sepatu mengalami tekanan atau diinjak oleh orang lain, maka alarm akan berbunyi. Sementara itu, Reed Switch adalah ketika jarak sepasang sepatu sudah berjauhan, maka alarm akan berbunyi.

Teknologi Santiling, menurut Annisa, bekerja dengan sistem remote control. Ketika tombol Santiling sudah di dalam posisi ON, maka saat jarak sepasang sepatu sudah berjauhan dan mengalami tekanan (diinjak), sensor akan mengirimkan sinyal ke alarm di sepatu dan di remote control.

“Dengan alat Santiling, maka orang-orang tidak perlu khawatir sepatu dan sandalnya hilang saat jauh dari pengawasan,” ujar Annisa.

Gelang Anti Penculikan

Penemuan alat berawal dari masih maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak di Indonesia. Situasi ini menjadi ide bagi Nurina Zahra dan Tri Ayu Lestari, siswi SMAN 6 Yogyakarta, yang menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP) dengan sensor alarm otomatis.

“Gelang ini dirancang khusus untuk mengontrol anak atau bayi jika berada jauh dari jangkauan orangtuanya. Apabila si anak sudah berada jauh dari orangtuanya, maka alarm yang ada gelang orang tuanya akan berbunyi,” kata Nurina saat berbincang dengan VIVAnews.

Mekanisme dari Gelang Anti Penculikan ini adalah gelang yang dipakai oleh anak sudah berisi transmitter yang akan mengirimkan sinyal RX radio ke gelang milik orangtua.

Sinyal yang diterima oleh RX Radio akan masuk ke micro controller, kemudian dikeluarkan oleh alat buzzer berupa bunyi alarm.

Alarm akan berbunyi ketika orangtua dan anak berjarak 3 meter. Tapi, menurut Tri Ayu Lestari, ke depannya akan ditambah jaraknya supaya lebih jauh.

Selain menambahkan jarak, keduanya akan menambahkan fitur GPS untuk melihat lokasi anak ketika sudah berada jauh dari orang tuanya. “Fitur GPS itu akan memudahkan orangtua untuk mengetahui lokasi anak ketika benar-benar diculik,” kata Tri.

Keduanya punya harapan besar Gelang Anti Penculikan ini bisa diproduksi secara massal. “Mudah-mudahan alat ini bisa mengurangi kasus hilang atau diculiknya anak oleh orang-orang jahat,” ujarnya.

Rompi Canggih “Gadget Vest”

Dari gelang anti penculikan, kini beralih kepada mereka yang sangat tergantung dengan perangkat gadget, termasuk smartphone.

Penggunaan pengisi daya ponsel portabel, atau populer dengan istilah powerbank, semakin marak digunakan oleh para pengguna ponsel pintar.

Tapi, terkadang aktivitas mengisi daya ponsel dengan powerbank cukup mengganggu, pengguna ponsel harus menenteng ponsel dan powerbank secara bersamaan.

Kondisi itu membuat Yosua Imantaka, siswa SMAN 6 Yogyakarta, memutar otak. Dia kemudian memiliki ide membuat sebuah rompi yang membuatnya tidak kerepotan ketika membawa ponsel dan powerbank secara bersamaan.

Selain itu, rompi ini bisa menghindari tubuh dari efek gelombang elektromagnetik dari ponsel.

“Gadget Vest adalah sebuah rompi yang berfungsi untuk membuat pengguna memiliki ruang untuk menaruh ponsel yang sedang dicash powerbank. Selain itu, rompi dapat melindungi penggunanya dari terkena gelombang elektromagnetik dari ponsel,” kata Yosua.

Ide awal pembuatan Gadget Vest, dia melanjutkan, terinspirasi oleh baju pramuka perempuan yang memiliki banyak kantong untuk menyimpan barang.

Bahan-bahan untuk membuat Gadget Vest terdiri atas rompi anti air, kain flanel (bahan kain yang lembut dan tidak mudah robek), organite (bahan anti radiasi elektromagnetik ponsel yang terbuat dari risin fiberglass dan kristal quartz), dan daktron (berfungsi untuk mengurangi dampak benturan pada ponsel dan menahan panas dari sinar Matahari).

Biaya total pembuatan Gadget Vest cukup terjangkau, totalnya hanya sekitar Rp335 ribu.